PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota membangun sistem pengawalan bagi ibu hamil berisiko tinggi, sebagai upaya menekan angka kematian.
“Kuncinya adalah pengawalan sejak awal kehamilan. Jika ditemukan kehamilan berisiko, keluarga harus segera diberikan pemahaman bahwa persalinan harus dilakukan di rumah sakit. Kolaborasi yang kuat antara puskesmas, bidan, dan rumah sakit menjadi penentu keselamatan ibu dan bayi,” ujar Reny saat membuka Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian besar kasus kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah, apabila deteksi dini, sistem rujukan, dan pengambilan keputusan dilakukan secara cepat.
Ia menyoroti masih adanya keterlambatan di tingkat keluarga dalam memutuskan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan, sehingga kondisi pasien kerap memburuk saat tiba di rumah sakit.
Reny menilai, keberhasilan menekan angka kematian bayi hingga mencapai nol bukan hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga koordinasi yang kuat antara bidan koordinator, puskesmas, rumah sakit, serta komunikasi yang intensif dengan keluarga sejak masa kehamilan.
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota, memberikan perhatian khusus terhadap ibu hamil berisiko tinggi serta menyiapkan mekanisme pengawalan hingga proses persalinan.
Menurutnya, pemerintah provinsi juga akan mendorong pemberian penghargaan bagi daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Selain itu, ia meminta seluruh rumah sakit memastikan kesiapan tenaga medis, khususnya dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obgyn), agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat tanpa menunggu proses yang berlarut-larut.
“Kita harus terus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar