PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah Rusno Tandriono, menyoroti dokumen penjelasan Bupati mengenai Laporan realisasi APBD Semester I Tahun Anggaran 2026, dan prognosis enam bulan berikutnya.
Ia menilai, terdapat ketidaksesuaian data pada dokumen tersebut, sehingga terkesan disusun secara asal-asalan.
“Saya lihat dokumen ini asal-asalan saja dibuatnya,” tegas Rusno dalam rapat paripurna DPRD Parimo dengan agenda penyampaian penjelasan bupati atas laporan realisasi APBD Semester I Tahun Anggaran 2026 dan prognosis enam bulan berikutnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, penilaiannya didasarkan pada data realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara nilai realisasi pendapatan dengan persentase capaian yang disajikan.
Ia menyebutkan, target pendapatan pada pos tersebut tercatat sekitar Rp44 miliar. Namun, dalam dokumen disebutkan realisasi Semester I mencapai lebih dari Rp802 miliar, sementara persentase capaiannya hanya 49,76 persen.
Tak hanya itu, pada bagian prognosis enam bulan berikutnya, pemerintah kembali mencantumkan target pendapatan sekitar Rp810 miliar. Kondisi itu, dinilai janggal dan perlu mendapat penjelasan.
“Saya harap ini bisa dijelaskan terkait kebenaran dokumen ini,” katanya.
Legislator Partai NasDem itu menduga, dokumen tersebut disusun tanpa melalui proses pemeriksaan yang cermat, sehingga menimbulkan kesan hanya dilakukan dengan metode copy-paste.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Parimo, Suyutin Budianto, meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui pembahasan di tingkat komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Ini harus dibahas bersama dinas terkait, seperti Bappeda, Bapelitbangda, dan Komisi II, guna memastikan kebenaran data atau melakukan koreksi apabila memang terdapat kesalahan,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin














