Example 1280x250
Daerah  

Pascabanjir, Camat Balinggi Minta Perbaikan Fasilitas Rusak

Kerusakan fasilitas umum akibat banjir yang terjadi di Kecamatan Balinggi, Jum'at, 27 Januari 2022. (Foto : Istimewa)

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Kecamatan Balinggi, Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, meminta perbaikan fasilitas umum yang rusak diterjang banjir akibat luapan air sungai, segera dilakukan.

“Pascabanjir, terdapat kerusakan faslitas umum seperti beberapa badan jalan yang amblas akibat banjir,” ungkap Camat Balinggi, I Gede Widiadha saat dihubungi, Jum’at sore, 28 Januari 2022.

Dia mengatakan, banjir yang juga merendam sawah dan pemukiman warga terjadi ditiga lokasi, yakni Desa Suli, Dusun Taman Sari Desa Balinggi, dan Desa Balinggi Jati.

Menurutnya, pihak pemerintah juga harus segera melakukan normalisasi sungai pascabanjir terjadi. Sebab, kemungkinan peristiwa yang sama akan kembali terjadi jika tak segera ditangani.

“Harus segera dilakukan normalisasi sungai, karena kalau hujan pasti meluap lagi. Beruntung kejadian ini tidak mengakibatkan adanya korban jiwa,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, luapan air sungai yang mengakibatkan terjadinya banjir, berawal dari hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis malam 27 Januari 2022.

Saluran dan pembuangan lainnya, tidak mampu menampung debit air. Sehingga, terjadi luapan air dan merusak fasilitas umum.

“Kami belum bisa menafsirkan berapa kerugian yang dialami warga akibat kejadian ini,” kata Gede.

Sebelumnya, anggota DPRD Parimo, I Ketut Mardika mengungkapkan, jebolnya beberapa titik sungai pembuangan, menjadi sebab luapan air sungai terjadi setiap tahun.

Dia berharap, pihak Balai Sungai Wilayah III Provinsi Sulawesi Tengah dapat membantu penanggulangan tanggul yang jebol, karena meskipun telah dilakukan normalisasi, bila musim penghujan tiba pasti akan terjadi luapan.

“Selama ini masyarakat telah melakukan perbaikan secara swadaya, bahkan menahan air menggunakan puluhan pasir yang diisi ke dalam karung, namun tetap saja tidak mampu menahan luapan air,” ujarnya.

Saat ini masyarakat menginginkan pembangunan bronjong kurang lebih 75 meter. Sebab jika tidak segera diatasi, luapan air sungai seperti saat ini akan mengancam area persawahan, serta pemukiman masyarakat.

“Apabila tidak ada bronjong, tanggulnya itu akan jebol juga. Saya sebagai wakil rakyat sangat prihatin, olehnya saya berharap dinas terkait dapat membantu untuk mengatasi persoalan tersebut,” pungkasnya.

Laporan : Wawa Toampo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!