Siswa Alami Sakit, SMPN 1 Parigi Hentikan Aktivitas Belajar Mengajar  

PARIMO, theopini.id – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terpaksa mengambil kebijakan menghentikan sementara aktivitas belajar dan mengajar karena sejumlah siswa mengalami sakit.

“Sekolah diliburkan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Aziz Maro, saat  dihubungi di Parigi, Jum’at 25 Februari 2022.

Dia menjelaskan, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sekolah sedang melakukan penelusuran, dan hingga kini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan, apakah siswa yang mengalami sakit tersebut akibat terpapar Covid-19 atau tidak.

Kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar oleh pihak sekolah, mulai diberlakukan sejak hari ini, hingga 1 Maret 2022. Sehingga, siswa diimbau agar tidak beraktivitas di luar rumah selama libur.

“Selama masa libur, kami terus melakukan pemantauan terhadap siswa bersama Satgas Covid-19 sekolah,” ujar Ikbal.

Dia memaparkan, beberapa bulan terakhir kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan 50 persen, seiring capaian vaksinasi terhadap siswa di sekolah tersebut mencapai angka 90 persen lebih dari 508 orang.

Maka kata dia, pihak sekolah memberlakukan kegiatan tatap muka secara full dengan masa uji coba selama sepekan. Meski begitu, pelaksanaan PTM tidak serentak masuk kelas, pihak sekolah mengatur jadwal siswa agar tidak terjadi kerumunan.

“Dalam proses belajar mengajar di sekolah, kami menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat,” kata ucapnya.

Menurut dia, meskipun telah dilakukan penundaan sementara, pihak sekolah tetap menerapkan kegiatan belajar menggunakan metode daring, agar siswa tidak ketinggalan pelajaran.

“Pelaksanaan pembelajaran kami pantau dari sekolah, dan kami memiliki 18 kelas belajar. Guru dan staf tetap melaksanakan kegiatan sesuai tugas masing-masing,” katanya.

Secara keseluruhan, capaian vaksinasi anak di kabupaten itu masih berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Parimo baru mencapai angka 32,23 persen  atau 14.730 jiwa, dari total sasaran anak dan remaja 45.704 jiwa.

Laporan : Novita Ramadhan