Penyuluh Agama Jadi Garda Terdepan Tepis Intoleransi dan Radikalisme

PARIMO, theopini.id – Kepala Kementerian Agama (Kemenag), Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Muslimin, mengatakan, peran penyuluh agama menjadi garda terdepan untuk menipis isu intoleransi dan radikalisme.

“Tugas dari penyuluh itu sendiri, langsung bersentuhan dengan masyarakat, dapat menyortir, menipis serta mengakomodir isu-isu berkembang belakangan terjadi,” ungkap Muslimin, saat ditemui di Parigi, Selasa 8 Maret 2022.

Dia mengatakan, pihaknya mulai membangun paradigma toleransi yang dimulai dari lingkup Kemenag Parimo sendiri. Khususnya, ASN dan pegawai karena memiliki peran penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Beberapa pendakwah dan Da’i masuk dalam kategori sebagai penyuluh agama, tentunya menjadi kontrol pihaknya mengawasi serta mendampingi, agar dakwah yang disampaikan dapat menyegarkan dan menyejukkan bagi masyarakat.

“Tidak melakukan provokasi terhadap hal-hal yang menimbulkan pertentangan antar umat beragama,” ujarnya.

Dia berharap, penyuluh agama dalam menyampaikan dakwah sesuai dengan harapan Kemenag. Apabila terjadi penyimpangan, maka secara tegas akan memberikan sanksi.

Dia juga berpesan kepada pendakwah dan para Da’i diluar penyuluh, dapat menciptakan kesejukan saat menyampaikan ceramah agamanya, dan tidak menimbulkan kontraproduktif dengan masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan, jajaran kami tidak akan lepas tangan apabila menyangkut masalah toleransi dan radikal,” ucapnya.

Kemenag kata dia, tidak hanya berdiri sendiri dalam menepis isu radikal, sebab seluruh pihak juga ikut terlibat, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi keagamaan serta organisasi kemasyarakatan.

“Saya kira komponen-komponen ini, menyadari betul bahwa pentingnya toleransi beragama untuk bersama mensosialisasikan, dan menyampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Wawa Toampo

Komentar ditutup.