Example 1280x250

BPBD Parimo Rekomendasikan Status Bencana di 2 Kecamatan

BPBD Parimo Rekomendasikan Status Bencana di 2 Kecamatan
Rapat yang digelar BPBD bersama stakeholder kebencanaan untuk menetapkan status bencana di dua kecamatan, Rabu 23 Maret 2022. (Foto : Wahab)

PARIMO, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah mengeluarkan rekomendasi penetapan status bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Taopa dan Moutong.

“Kami tadi telah melakukan rapat bersama dengan stakeholder kebencanaan, dan telah disepakati untuk merekomendasikan kepada Bupati Parimo, agar mengeluarkan SK tanggap darurat bencana,” jelas Sekretaris BPBD Parimo, Rivai, ST, saat ditemui di Parigi, Rabu 23 Maret 2022.  

Dia mengatakan, rapat bersama stakeholder kebencanaan tersebut, dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 tahun 2021, tentang pedoman penentuan status darurat bencana, sebelum Bupati mengeluarkan SK status tanggap darurat bencana.  

Rekomendasi dikeluarkan kata dia, karena enam kriteria dalam regulasi tersebut telah terpenuhi. Di antaranya, yakni adanya kerusakan akibat banjir, gangguan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Kami dua hari berada dilokasi banjir di dua kecamatan itu, untuk melihat dan mengevaluasi. Makanya kami undang rapat, karena SK dikeluarkan maksimal 2×24 jam,” jelasnya.    

Menurut dia, dengan telah ditetapkannya status bencana tersebut, BPBD akan menghimpun berbagai bantuan, terhadap penanganan fisik seperti normalisasi Sungai Taopa, pembangunan jembatan antara penghubung Kecamatan Taopa dan Moutong, serta perbaikan talud yang rusak karena terdampak bencana banjir.

“Sementara untuk korban jiwa sendiri, kita akan upayakan bantuan melalui Beras Cadangan Pemerintah (BCP) Dinas Ketahanan Pangan Parimo, dengan SK yang akan dikeluarkan Bupati,” ujarnya.

Kemudian, BPBD juga akan meminta bantuan penanganan tanggap bencana ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Pusat. Sebab, membutuhkan anggaran besar untuk penanganan fisik Sungai Taopa, yang sering meluap dan menyebabkan terjadinya bencana banjir.

Sebelumnya kata dia, BPBD telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan mendapatkan tanggapan postif. Sehingga, pihaknya diminta untuk melengkapi berbagai persyarakatan, terutama SK tanggap darurat bencana.

“Termasuk juga rekoendasi yang akan kami keluarkan berdasarkan hasil rapat yang telah kami laksanakan,” ujar Rival menambahkan.

Dua kecamatan yang terdampak bencana banjir akibat luapan Sungai Taopa kata dia, di antaranya Desa Gio, Gio Barat, Pande, Pande Lalap, dan Tuladenggi Pantai yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Moutong. Sementata di Kecamatan Taopa banjir menerjang Desa Tuladenggi Sibatang dan Tompo.

Dia berharap, langkah yang dilakukan pemerintah daerah saat ini, dapat menuntaskan penanganan bencana banjir yang terjadi di dua kecamatan tersebut.

“Sebagian rumah sampai saat ini masih terendam banjir, sebagian masyarakat mengungsi ke rumah warga yang tidak terdampak. Di tahun ini, sudah dua kali bencana banjir terjadi, dan tahun kemarin sekitar empat kali,” pungkasnya.  

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!