PALU, theopini.id – Sebanyak 912 orang jamaah haji 1443 Hijriah 2022 Masehi kembali secara bertahap ke Sulawesi Tengah. Kloter pertama disambut Gubernur diwakili Kepala Satpol-PP Dr. Muhammad Nizam, di Gedung Asrama Haji, Minggu, 7 Agustus 2022.
Ketua PPIH Sulawesi Tengah Drs. H. Ulyas Taha, mengatakan, dalam penyelenggaraan haji 1443 Hijriah 2022 Masehi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Tengah telah melakukan upaya maksimal guna memberikan pelayanan, keamanan dan kenyamanan kepada seluruh jamaah, agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga : 77 CJH Asal Kabupaten Parimo Diberangkatkan ke Asrama Haji Palu
“Alhamdulillah, jumlah jamaah haji Sulawesi Tengah 1443 Hijriah 2022 Masehi yang diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 912 orang,” ujarnya.
Menurutnya, proses pemulangan jamaah haji dari Balikpapan ke Palu, dimulai pada hari ini ahad 7-10 Agustus 2022, dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
“Semoga seluruh jamaah yang telah diberangkatkan dapat kembali ke tanah air menjadi haji mabrur/mabrurah,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Kasat Pol PP Dr. Muhammad Nizam menyampaikan, perjalanan panjang yang dilakukan selama kurang lebih 40 hari di tanah suci Mekkah, dan Madinah merupakan sebuah perjalanan suci umat islam yang membutuhkan pengorbanan waktu, fisik, tenaga, harta dan materi yang amat berat serta melelahkan.
“Selaku pimpinan daerah, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada jamaah haji Sulawesi Tengah, selamat atas predikat haji mabrur yang telah diraih,” ucap Nizam saat membacakan sambutan Gubernur
Menurutnya, banyak hal dan peristiwa spritual yang dialami selama menunaikan ibadah haji serta menuntut kesabaran para jamaah haji dalam menjalankan pelaksanaan miqat, tawaf wukuf di arafah, mabit di musdalifah dan melempar jumrah di Mina.
Baca Juga : Pemulangan 15 Juli 2022, Jemaah Haji Diingatkan Mematuhi Ketentuan Maskapai
“Saya juga mengapresiasi kepada segenap petugas kloter, tphd, ketua regu, ketua rombongan yang telah melayani segala kebutuhan jamaah haji,” tambahnya.
Dia berharap, agar para jamaah haji bisa menjadi panutan dan suri tauladan dalam tutur kata dan perbuatan, baik di lingkungan tetangga, keluarga, dan dilingkungan masyarakat luas.












