Komisi III DPRD Parimo Sayangkan Tragedi PETI Telan Korban Terjadi Lagi

PARIMO, theopini.id Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Yusuf SP menyayangkan atas terulangnya tragedi penambang tewas, tertimbun tanah longsor di lokasi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

“Kami sayangkan terulangnya peristiwa-peristiwa yang seharusnya tidak lagi terjadi di Kabupaten Parimo, setelah kejadian di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo,” ungkap Yusuf, di Parigi, Selasa, 14 Februari 2023.

Baca Juga : Penambang di Parimo Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas Ilegal

Dia pun mengaku menyayangkan sikap para pihak yang bertanggungjawab terhadap penegakan hukum atas aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Parimo.

“Kenapa masih bisa terjadi terus seperti ini?,” tukasnya.

Rencananya, kata dia, dalam waktu dekat Komisi III DPRD Parimo akan melakukan penelusuran ke lokasi tambang emas ilegal Nasalane, di Desa Lobu, Kecamatan Moutong.

Tambang tersebut, merupakan lokasi meninggalnya penambang, warga Dusun IV, Desa Tirta Nagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, akibat tanah longsor.

Kemudian, hasil penelusuran di lokasi tambang emas ilegal itu, akan dikoordinasikan Komisi III DPRD Parimo ke pihak yang menangani permasalahan tambang emas ilegal, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), yakin Bupati Parimo hingga Kepolisian.

“Keinginan kami, agar persoalan tambang emal ilegal yang menelan korban tidak lagi terjadi,” kata dia.  

Dia menegaskan, bila aktivitas tambang emas ilegal itu tidak sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ada, seharusnya ditindak secara tegas.

“Sesuai aturannya, tentu tindakan tegas tersebut yang tahu adalah aparat penegak hukum. Ditutup atau bagaiman, mereka harus mengambil sikap,” tegasnya.

Baca Juga : Mengenang Tragedi Tambang Emas Ilegal di Desa Buranga

Yusuf pun menilai, aktivitas di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, bukan merupakan tambang emas yang dikelola secara tradisional.

“Itu bukan tradional, hanya berlindung saja dibalik pengelolaan secara tradisional. Itu menggunakan alat berat,” pungkasnya.  

Komentar