PARIMO, theopini.id – Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo menilai, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sukses menurunkan Stunting karena memaksimalkan aplikasi Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
“Kalau saya lihat Kabupaten Parimo mengalami penurunan Stunting, karena memaksimalkan e-PPBGM itu sendiri, sebesar 75 persen,” ungkap Christina Shandra Tobondo, saat Musrenbang RKPD 2024 Kabupaten Parimo, di Parigi, Kamis, 16 Maret 2023.
Baca Juga: Kurun Waktu 3 Tahun, Angka Stunting di Parimo Kian Menurun
Saat rapat koordinasi Stunting beberapa lalu, ia telah menyampaikan untuk tidak lagi memperdebatkan penggunaan mode survey.
Tetapi, kata dia, mari mencoba mode yang digunakan Provinsi Bali, yaitu memaksimalkan e-PPBGM, seperti Kabupaten Parimo.
“Parimo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kepadatan penduduk terbesar di Sulawesi Tengah,” imbuhnya.
Berdasarkan data, menurutnya, upaya penurunan kemiskinan di Kabupaten Parimo juga sangat baik dan merupakan daerah yang mengalami penurunan luar biasa.
Terkait penanganan Stunting, Kabupaten Parimo terus mengalami penurunan yang sangat baik. Di mana sebelumnya, mencapai 31,7 persen, dan saat ini menjadi 27,4 persen.
“Atau mengalami penurunan mencapai 4,3 persen dari tahun sebelumnya,” urainya.
Baca Juga: TPPS Parimo: Dana Penanganan Kasus Stunting Dibebankan OPD
Sesuai dengan RPD yang diterimnya, Kabupaten Parigi Moutong di 2024 menargetkan penurunan Stunting pada angka 10 persen.
“Ini sangat luar biasa, dan semoga bisa mencapai target yang sudah dirancang,” pungkasnya.
Sumber: Bagian Prokopim Setda Parimo












