PALU, theopini.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R Lamangkona mengungkapkan, perlunya membangun kecakapan, etika dan budaya digital untuk menciptakan kecerdasan di dalam bermedia sosial.
“Kita perlu membangun kecakapan digital, etika digital, budaya digital untuk menciptakan bagaimana kita bisa cerdas didalam bermedia sosial” kata Sudaryano R Lamangkona, saat menjadi Narasumber pada Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di Palu, Selasa, 23 April 2024.
Baca Juga: DKIPS Sulteng Gelar Sosialisasi Penerapan TTE
Di era digital saat ini, kata dia, masyarakat sudah tidak canggung lagi untuk memberikan informasi yang terjadi di lingkungan mereka lewat media sosial.
Sisi positif adanya digitalisasi, yakni meningkatkan efisiensi operasional dalam bisnis, memungkinkan inovasi produk dan layanan baru.
Selain itu, mempercepat komunikasi dan pertukaran informasi, memberikan akses lebih luas terhadap pengetahuan serta sumber daya melalui internet.
“Hebatnya dunia digital ini, dapat memberikan dan menerima akses informasi yang lebih cepat serta akurat” ujarnya.
Saat ini, menurutnya, kemampuan masyarakat dalam memahami informasi di ranah digital yang berkembang dalam jaringan internet sudah semakin maju.
Bahkan, masyarakat sudah mulai mampu menyaring informasi mana saja yang layak untuk dikonsumsi, dan apa saja kategori informasi negatif.
Manfaat memahami literasi digital, di antaranya meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta menambah penguasaan kosa kata individu dari berbagai informasi yang dibaca.
Baca Juga: Sudaryano Dorong Keterbukaan Informasi Publik dan Pembentukan PPID
Kemudian, meningkatkan kemampuan verbal individu, literasi digital dapat menambah daya fokus serta konsentrasi dan kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat hingga menulis informasi.
“Banyak inovasi-inovasi yang bisa kita lakukan lewat media sosial atau media digital,” pungkasnya.














