PARIMO, theopini.id – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, I Gede Widiada menyebutkan, telah melakukan beberapa upaya untuk membantu mengatasi minimnya dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae di Kecamatan Moutong.
“Salah satunya, kami telah melakukan kerja sama dengan beberapa universitas,” kata I Gede Widiada, di Parigi, Jum’at, 11 Oktober 2024.
Baca Juga: Warga Keluhkan Kurangnya Dokter Spesialis di RSUD Moutong ke Nizar Rahmatu
Ia mengatakan, pihaknya telah memasilitasi RSUD Buluye Napoae Moutong untuk melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Gadjah Mada.
Hal ini, menurutnya, juga dilakukan untuk RSUD Raja Tombolotutu di Kecamatan Tinombo, untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis.
Namun, kata Gede Widiada, Dinkes Parimo tidak memiliki kewenangan langsung atas permasalah minimnya dokter spesialis.
“Terkait hal teknisnya, itu seluruhnya (menjadi) kewenangan pihak rumah sakit,” pungkasnya.
Diketahui, hingga saat ini RSUD Buluye Napoae Moutong masih mengalami permasalahan minimnya tenaga dokter spesialis.
Kabarnya, satu tahun terakhir ini RSUD Buluye Napoae Moutong tidak memiliki dokter spesialis penyakit dalam.
Baca Juga: Menkes: Jumlah Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Jauh dari Kebutuhan
Meskipun memiliki dokter anestesi, namun RSUD Buluye Napoae Moutong tidak memiliki dokter spesialis bedah. Begitu juga dokter spesialis anak.
Kondisi ini, sering menjadi sorotan masyarakat sekitar, yang mengaku sulit mendapatkan pelayanan kesehatan karena minimnya tenaga dokter spesialis.














