the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

AJI-UN Women Latih 12 Jurnalis di Sulteng Sajikan Liputan Berperspektif Gender

the OPINIbythe OPINI
20 Februari 2025
in Daerah
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
20 Februari 2025
in Daerah
Reading Time: 4 mins read
AJI-UN Women Latih 12 Jurnalis di Sulteng Sajikan Liputan Berperspektif Gender

Pelatihan Liputan Berperspektif Gender di Kota Palu, 18-20 Februari 2025. (Foto: Ist)

Baca Juga

Pencarian 5 Pewarta di Selat Sunda Diperpanjang, Jurnalis Palu Berharap Segera Ditemukan

KKJ Sulteng Nilai Dugaan Penghinaan Jurnalis Cerminkan Krisis Etika Pejabat

Catatan Akhir Tahun AJI Palu 2025: Tujuh Kasus Kekerasan Pers Terjadi di Sulawesi Tengah

PALU, theopini.id – Sebanyak 12 Jurnalis berasal dari Palu, Luwuk dan Parigi mengikuti pelatihan terkait peliputan berperspektif gender.

Pelatihan Media Fellowship Initiative, dengan tema “pemberdayaan perempuan dan pemuda dalam perdamaian berkelanjutan” digelar di Palu, Selasa, 18 Februari hingga Kamis, 20 Februari 2025.

Baca Juga: AJI Palu Ikut Pelatihan PDP Dan Keamanan Digital Bagi Jurnalis

Kegiatan yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama UN-Women, Koica, Care Indonesia, Karsa Institute dan AJI Kota Palu ini menghadirkan Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida dan Ira Rachmawati dari Satgas Anti Kekerasan Seksual AJI Indonesia sebagai trainer.

Tidak hanya materi dalam ruangan, peserta mengunjungi Desa Pesaku, Kabupaten Sigi yang menjadi kawasan perempuan dan pemuda ikut serta menjaga perdamaian.

Dalam materinya, Ketua AJI Indonesia Nany Afrida menegaskan, perempuan dianggap rentan ketika berada dalam situasi yang tidak memiliki kekuatan atau kendali atas dirinya sendiri.

Kerentanan itu, sering kali berakar pada struktur sosial yang memperburuk ketidaksetaraan terhadap perempuan.

“Kerentanan bukan hal yang melekat. Ada faktor yang menyebabkan,” kata dia.

Pemberdayaan perempuan, adalah kunci untuk mengatasi ketidaksetaraan dan membantu mengurangi kerentanan.

Isu tentang perempuan harus digaungkan kembali, karena perempuan memiliki peran besar disetiap tempat yang terjadi konflik.

Nany juga mengingatkan, pendekatan dalam meliput perempuan korban konflik dan bencana harus dilakukan dengan sensitif, etis, dan menghormati martabat mereka. Jurnalis berempati terhadap korban dibandingkan bersimpati.

“Saat melakukan peliputan, jurnalis tidak mengeneraliasi hal yang berkaiatn dengan liputan. Saat melakukan wawancara korban, terlebih dahulu jurnalis harus meminta ijin kesediaan untuk di wawancara,” tekannya.

Sementara itu, Perwakilan UN-Women, Yulies Puspita Ningtias dalam materinya, menjelaskan konsep women, peace and security (WPS).

Ia menyampaikan, perempuan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga perdamaian. Namun masih banyak bagian yang membuat perempuan belum merasa aman, sehingga perlu kebijakan sebagai upaya untuk memenuhi kemamanan dari perempuan.

“Perempuan juga masih membutuhkan keamanan, serta turut berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian di berbagai negara yang saat ini berusaha membangun perdamaian,” ujarnya.

Saat ini, UN-Women dan mitranya mengimplementasikan program pemberdayan perempuan di tiga lokasi, yaitu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tiga wilayah tersebut, memiliki satu kesamaan yaitu terkait  ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.

“Tiga lokasi tadi memiliki kesamaan lain yaitu pemenuhan rasa aman dari perempuan. Baik itu dari kekerasan ekonomi, dan kekerasan seksual,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengurus Karsa Institute, Rahmad Saleh, menerangkan, Sulteng memiliki kerentanan konflik horizontal, dan ketika konflik itu terjadi, perempuan menjadi rentan atas kejadian tersebut.

Contohnya, banyak usaha kecil yang tidak bisa berlanjut ketika terjadi konflik. Sehingga mempengaruhi perekonomian.

Melalui kolaborasu Care dan UN-Women, Karsa Institute bekerja untuk mengurangi tingkat kerentanan terhadap perempuan ketika terjadi konflik horizontal, sekaligus memperbaiki pemahaman mengenai gender yang kerap kali berakhir merugikan.

“Karsa memberikan penguatan pemahaman gender untuk memingkatkan pemahaman tentang kesamaan gender termasuk pada laki-laki,” kata dia.

Secara terpisah, Ketua AJI Kota Palu, Agung Sumandjaya mengungkapkan kegiatan pelatihan ini diberikan kepada jurnalis yang ada di Sulteng ini sangat tepat.  Sangat jarang ditemukan pemberitaan yang memang berperspektif gender di media-media lokal di Sulteng saat ini.

“Sulawesi Tengah juga merupakan daerah dengan potensi bencana yang tinggi. Tidak hanya bencana alam, namun juga bencana yang timbul akibat konflik antar warga yang terjadi,” sebut Agung.

Ketika bencana terjadi, perempuan justru luput dari pemberitaan media. Padahal di beberapa tempat, perempuan juga menjadi penggerak dalam melakukan resiliensi, baik itu ketika bencana alam terjadi ataupun saat terjadinya konflik warga.

Baca Juga: Indeks Keselamatan Jurnalis 2024 Meningkat Tetapi Kebebasan Pers Masih Diragukan

“Perempuan seharusnya menjadi tokoh utama pula dalam pemberitaan kawan-kawan, yang selama ini selalu didominasi narasumber pria. Pemberitaan yang disajikan, juga jangan hanya dampak dari bencana atau konflik yang terjadi, tapi bagaimana menyajikan pemberitaan yang mengangkat sisi lain seperti perjuangan para perempuan menjadi penggerak di tengah masyarakat untuk keluar dari kesulitan tersebut,” tandasnya.

Tidak hanya membekali 12 Jurnalis dalam pelatihan saja, UN-Women dan AJI Indonesia akan menyediakan dana liputan bagi 2 orang jurnalis yang memiliki proposal liputan menarik terkait dengan pemberdayaan perempuan dan pemuda dalam perdamaian.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #AJIIndonesia#AJIPAlu#CoreIndonesia#KarsaInstitute#Koice#UN-Women
ShareSendTweet
Previous Post

Rusli Habibie Minta Gubernur Gorontalo Segera Realisasikan Janji Politik

Next Post

Munafri Arifuddin Bersama Aliyah Mustika Resmi Pimpin Kota Makassar

the OPINI

the OPINI

Related Posts

200 Peserta dari 23 Kecamatan Ramaikan Festival Qasidah Parimo 2026

200 Peserta dari 23 Kecamatan Ramaikan Festival Qasidah Parimo 2026

16 Oktober 2026
Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

16 Oktober 2026
Tegaskan Kepastian Hukum, Kemenag Parimo Dorong Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

Tegaskan Kepastian Hukum, Kemenag Parimo Dorong Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

16 Oktober 2026
Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

15 Oktober 2026
Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

15 Oktober 2026
Uji Tanah Kantor Baru Wali Kota Gorontalo Masuki Tahap Pengeboran

Uji Tanah Kantor Baru Wali Kota Gorontalo Masuki Tahap Pengeboran

15 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo

Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo

16 Oktober 2026
200 Peserta dari 23 Kecamatan Ramaikan Festival Qasidah Parimo 2026

200 Peserta dari 23 Kecamatan Ramaikan Festival Qasidah Parimo 2026

16 Oktober 2026
Wagub Reny Ingatkan Lansia Tetap Aktif dan Jaga Kesehatan

Wagub Reny Ingatkan Lansia Tetap Aktif dan Jaga Kesehatan

16 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Perintahkan Jajaran Petakan Wilayah Rawan dan Bongkar Jaringan Narkoba

Kapolda Sulteng Perintahkan Jajaran Petakan Wilayah Rawan dan Bongkar Jaringan Narkoba

16 Oktober 2026
Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

16 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Warga Kintom Ditemukan Meninggal di Jalan Perkebunan, Polisi Minta Keterangan Keluarga

Warga Kintom Ditemukan Meninggal di Jalan, Polisi Minta Keterangan Keluarga

14 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo

Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo

16 Oktober 2026
Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

Bupati Poso Tekankan Sinergi Pemda dan Forkopimda Dukung Asta Cita Presiden

16 Oktober 2026
Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

13 Oktober 2026
Hari Desa Nasional 2027, Mendes Targetkan Ekonomi Desa Bangkit

Hari Desa Nasional 2027, Mendes Targetkan Ekonomi Desa Bangkit

10 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d