PARIMO, theopini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, menyebut satuan pendidikan siap menyesuaikan program baru.
Khususnya, pasca Program Sekolah Penggerak (PSP) dicabut Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencabut Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudrestek) Nomor: 371/M/2021.
Baca Juga: Kinerja 13 Sekolah Penggerak Dievaluasi Disdikbud Parimo
Hal itu, tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor: 14/M/2025, yang menyatakan PSP sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan hokum, serta upaya peningkatan layanan pendidkan.
“Yang jelas semua program yang dilaksanakan kementerian tidak ada yang tidak bagus, semua mengedepankan mutu pendidikan ke depannya. Kami siap untuk menyesuaikan dengan program baru yang akan ditetapkan,” ujar Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti di Parigi, Kamis 27 Maret 2025.
Ia menyatakan, pihaknya juga berkewajiban untuk melaksanakan apa yang telah diprogramkan Kemendikdasmen.
Sebelumnya, PSP merupakan program unggulan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif, dan berorientasi serta menanamkan pendidikan karakter ke peserta didik.
“Kami sangat mengharapkan agar sekolah penggerak yang sudah ada di Kabupaten Parimo, menjadi pilot projek bagi sekolah lainnya yang belum berstatus sekolah penggerak, karena belum semua sekolah melaksanakan PSP, tetapi sayang sudah dihapus,” ujarnya.
Bahkan, pihaknya merencanakan setiap tahunnya ada sekolah di Kabupaten Parimo yang menjadi pengimbas sekolah penggerak.
Baca Juga: SD dan SMP di Parimo Diberikan Penguatan Program Sekolah Penggerak
Selama tiga tahun terakhir, menurutnya, Disdikbud Parimo telah melaksanakan PSP dan membentuk beberapa sekolah penggerak.
“Kami yakin program yang terbaru tidak akan berbeda secara signifikan. Substansinya saya rasa sama, mungkin hanya akan ada perbedaan nama dan metode. Jadi tidak ada yang susah untuk kita beradaptasi dengan setiap program dari pemerintah,” pungkasnya.







Komentar