Kasus Malaria Meningkat, Bupati Parimo Siap Tertibkan Tambang Ilegal

PARIMO, theopini.id Lokasi tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah diduga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab malaria.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Parimo, H Erwin Burase, menyatakan akan segera mengambil langkah penertiban, termasuk menutup lokasi pertambangan yang menjadi sumber genangan air.

Baca Juga: Tinjau Kasus Malaria, Kemenkes Dorong Aksi Cepat Pemda Parimo

“Jika memang genangan air di lokasi tambang jadi sumber penyebarannya, segera kita akan lakukan penertiban dengan menutup lubang tersebut,” tegas Bupati Erwin saat mengikuti audiensi bersama perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dan sejumlah OPD terkait, di ruang rapatnya, Senin, 4 Agustus 2025.

Ia mengakui, sebelumnya telah mendengar adanya peningkatan kasus malaria, namun belum menerima laporan resmi dari Dinas Kesehatan.

“Sebelumnya saya sudah mendengar adanya kasus ini, namun belum mendapatkan laporan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, berdasarkan pemaparan perwakilan Kemenkes, penyebaran malaria diduga berasal dari para pekerja tambang yang sebelumnya bekerja di luar daerah dan telah terinfeksi parasit malaria.

Nyamuk yang menggigit pekerja tersebut, kemudian menjadi vektor penyebaran dan berkembang biak di genangan air bekas galian tambang.

“Ini bisa menjadi alasan kuat untuk menutup aktivitas tambang ilegal. Dalam waktu dekat, saya akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh camat dan kepala desa agar mengambil langkah menutup lubang-lubang bekas galian yang digenangi air,” jelasnya.

Menurutnya, jika langkah tersebut tidak dijalankan secara serius di tingkat desa, maka pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas, berupa penutupan tambang.

“Jika ini tidak dilakukan, maka tambangnya yang akan kita tutup,” tegas Bupati Erwin.

Ia menambahkan, selain nyamuk yang berkembang biak dengan cepat, daerah yang telah dinyatakan eliminasi malaria memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga status tersebut.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Moutong Picu Lonjakan Kasus Malaria di Parimo

Kegagalan dalam penanganan kasus malaria, lanjutnya, bisa berdampak pada evaluasi status eliminasi yang telah dicapai Kabupaten Parimo.

“Saya minta seluruh camat dan kepala desa mengimbau masyarakat, agar segera menutup semua lubang yang menjadi tempat genangan air,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar