JAKARTA, theopini.id — Presiden Prabowo Subianto meminta DPR RI segera membuka ruang dialog, dengan masyarakat sebagai langkah meredam gelombang aksi demonstrasi yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
“Saya akan meminta pimpinan DPR RI untuk segera mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, dan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi, agar bisa diterima dengan baik dan berdialog langsung,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.
Baca Juga: Presiden Prabowo Soroti Capaian Ekonomi dan Program Pro-Rakyat
Selain membuka kanal dialog, ia menyampaikan, DPR RI bersama pimpinan partai politik telah menyepakati sejumlah langkah korektif.
Di antaranya pencabutan beberapa tunjangan anggota dewan dan penghentian sementara kunjungan kerja ke luar negeri.
“Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” ucapnya.
Tak hanya itu, Prabowo menegaskan, partai politik juga mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang dinilai memicu kegaduhan publik.
“Langkah tegas tadi yang dilakukan ketua umum partai politik adalah mereka masing-masing dicabut keanggotaannya dari DPR RI,” katanya.
Presiden menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional, mengacu pada UUD 1945, UU Nomor 9 Tahun 1998, serta International Covenant on Civil and Political Rights.
“Penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara damai, namun apabila terdapat tindakan anarkis, perusakan, pembakaran fasilitas umum, penjarahan, hingga ancaman terhadap keselamatan rakyat, maka hal itu merupakan pelanggaran hukum. Negara wajib hadir melindungi rakyatnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan aparat keamanan, untuk berlaku adil dalam mengawal demonstrasi, melindungi masyarakat, menjaga fasilitas umum yang dibangun dengan uang rakyat.
“Tegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang mengancam kehidupan masyarakat luas,” ucapnya.
Terkait insiden dalam aksi unjuk rasa, Presiden menyatakan Polri tengah memproses oknum petugas yang diduga melakukan pelanggaran.
“Terhadap petugas yang kemarin melakukan kesalahan ataupun pelanggaran, saat ini Kepolisian RI telah melakukan proses pemeriksaan. Ini telah saya minta dilakukan dengan cepat, dengan transparan, dan dapat diikuti secara terbuka oleh publik,” katanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Penghapusan Kuota Impor
Prabowo juga memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk membuka diri terhadap kritik dan masukan masyarakat, serta mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan nasional.
“Indonesia sedang berada di ambang kebangkitan. Jangan sampai kita diadu domba. Mari kita suarakan aspirasi dengan damai, tanpa merusak, tanpa kerusuhan, dan tanpa penjarahan. Semangat dari nenek moyang kita adalah gotong royong. Mari kita bergotong royong menjaga Tanah Air,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar