Disdikbud Parimo Ingatkan Keamanan Pangan, Minta Evaluasi Total Program MBG

PARIMO, theopini.idDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menegaskan, perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), setelah kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa hingga harus dirawat di rumah sakit.

“Program ini sangat membantu anak-anak kita, terutama yang jarang mendapat uang jajan dari orang tuanya. Tapi jangan dijalankan asal-asalan, karena bisa membahayakan. Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab,” ungkap Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti Masanang di Parigi, Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca Juga: Cegah Kasus Keracunan, DPRD Parimo Hentikan Sementara Program MBG

Ia menekankan, dampak yang terjadi cukup serius karena melibatkan sekitar 27 hingga 30 anak. Hal itu, harus mendapat perhatian serius dan tanggung jawab semua pihak agar tidak sampai ada korban jiwa dari program nasional yang sejatinya bertujuan baik bagi peserta didik.

Ia menjelaskan, program MBG merupakan inisiatif Presiden, sehingga pelaksanaannya di daerah harus sesuai mekanisme.

Karena itu, pihaknya meminta keterlibatan Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan makanan, serta peran aktif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyiapkan hidangan bergizi dengan standar sanitasi yang tepat.

Menurut dia, edukasi tata krama makan juga harus menjadi tanggung jawab sekolah. Mulai dari membiasakan siswa mencuci tangan sebelum makan, menyimpan piring bekas di tempatnya, hingga membuang sampah dengan benar.

“Hal kecil seperti ini bisa berdampak besar kalau diabaikan,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya pemeriksaan kesehatan terhadap tenaga masak. Menurutnya, jika ada juru masak yang mengidap penyakit menular, risiko penularan melalui makanan bisa sangat tinggi.

“Semua harus dicek, jangan hanya asal memasak,” ujarnya.

Sunarti menambahkan, Disdikbud Parimo tidak pernah memprovokasi sekolah untuk menolak MBG. Justru, kata dia, program ini didukung penuh karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak.

Baca Juga: Bupati Parimo Tindaklanjuti Rekomendasi Penghentian Sementara MBG

Namun, jika ada kejadian serius hingga menyebabkan siswa jatuh sakit, maka pemberian makanan perlu dihentikan sementara sampai ada perbaikan.

“Kalau makanan aman, tentu kita terima. Tapi kalau berisiko, lebih baik dihentikan sementara. Evaluasi ini harus melibatkan Dinas Kesehatan dan semua pihak agar program ini benar-benar bermanfaat,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar