Peringatan Hari PU ke-80, Anwar Hafid Tekankan Transformasi Digital untuk Awasi Infrastruktur Sulteng

PALU, theopini.idPeringatan Hari Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Sulawesi Tengah, menjadi momentum bagi Gubernur H. Anwar Hafid untuk menegaskan arah baru pembangunan infrastruktur daerah, yakni pengawasan berbasis digital sebagai tulang punggung seluruh program pembangunan.

“Era manual harus kita tinggalkan. Digitalisasi adalah kunci percepatan pelayanan publik dan pengawasan infrastruktur yang lebih akurat,” tegas Gubernur Anwar Hafaid dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari PU ke-80 di Kota Palu, Rabu, 3 Desember 2025.

Baca Juga: Hari Bakti PU ke-78, Dinas PUPRP Parimo Bagikan Bantuan ke Keluarga Stunting

Ia menyampaikan, seluruh program BERANI mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga program panen raya, tidak akan berjalan efektif tanpa infrastruktur yang benar-benar terkendali dan terpantau.

Karena itu, ia meminta jajaran teknis, balai, dan instansi terkait mempercepat penerapan sistem digital yang mampu memonitor kondisi lapangan secara real time.

Anwar Hafid menjelaskan, salah satu langkah awal adalah pengoperasian Command Center Lapor Gubernur pada Januari 2026, yang memungkinkan laporan masyarakat diterima langsung dan memperlihatkan kinerja setiap dinas melalui respon cepat atau lambatnya terhadap aduan.

“Transparansi seperti ini bukan ancaman. Ini cara kita membangun pemerintahan yang efektif dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Untuk memastikan data infrastruktur valid, ia mewajibkan asesmen menyeluruh seluruh ruas jalan provinsi pada awal 2026, dilengkapi rekaman video kondisi jalan dari ujung ke ujung. Ia menekankan bahwa laporan ‘jalan mantap’ tidak boleh lagi hanya berbasis dokumen atau angka di atas kertas.

“Semua harus ada buktinya. Rekam jalannya, tunjukkan kondisinya. Ini yang akan memperkuat usulan kita ke pemerintah pusat,” katanya.

Selain itu, Gubernur Anwar Hafid menargetkan pemasangan CCTV pada seluruh ruas jalan provinsi pada 2027, sebagai langkah mitigasi bencana dan percepatan respon kerusakan.

Pada bagian lain, ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme ASN dengan menerapkan merit system secara konsisten.

Baca Juga: Dinas PUPRP Parimo Peringati Hari Bakti PU ke-77

Ia menegaskan, jabatan tidak boleh menjadi ‘zona nyaman’ dan setiap pegawai yang tidak menunjukkan inovasi akan dipertimbangkan untuk rotasi.

“Jabatan itu ruang pengabdian, bukan tempat beristirahat. Yang bekerja ikhlas dan profesional akan selalu dibutuhkan di mana pun ia ditempatkan,” tegasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar