PARIMO, theopini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan melakukan evaluasi teknis terhadap program seragam sekolah gratis menjelang tahun ajaran 2026/2027. Evaluasi ini, dilakukan untuk memperbaiki sejumlah catatan pada pengadaan tahun sebelumnya.
“Kami akan mengevaluasi pembagian seragam sekolah gratis, belajar dari pengadaan tahun ajaran sebelumnya,” ungkap Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parimo, Ibrahim, di Parigi, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, salah satu poin evaluasi menyangkut model seragam bagi siswa laki-laki. Sejumlah satuan pendidikan mengusulkan penggunaan celana panjang untuk jenjang SD maupun SMP. Hal ini sejalan dengan uji coba penerapan sistem full day school di beberapa sekolah yang ke depan akan diberlakukan secara bertahap di seluruh satuan pendidikan.
Dengan sistem tersebut, siswa muslim akan melaksanakan salat duhur berjamaah sebelum pulang sekolah. Penggunaan celana panjang dinilai lebih praktis dibandingkan siswa harus membawa sarung ke sekolah.
“Permintaan dari sekolah ini akan kami akomodir dalam pengadaan seragam sekolah gratis tahun ajaran ini,” katanya.
Selain model seragam, evaluasi juga difokuskan pada penyesuaian ukuran. Pada tahun ajaran sebelumnya, pengadaan didominasi ukuran S dan M, namun banyak siswa memilih mengenakan ukuran lebih besar.
“Rata-rata siswa yang ukuran bajunya M justru memakai L. Artinya, lebih baik sedikit kebesaran daripada kekecilan,” ujarnya.
Untuk itu, Disdikbud Parimo akan menetapkan ukuran rata-rata yang lebih besar dalam pengadaan mendatang. Pendataan akan dilakukan secara by name dan disertai ukuran masing-masing siswa, khususnya bagi peserta didik PAUD yang akan melanjutkan ke SD serta siswa kelas 6 SD yang akan naik ke SMP.
“Kita tidak perlu turun langsung ke sekolah. Cukup membagikan format pendataan kepada pihak sekolah untuk diisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini tidak ada keluhan dari sekolah terkait kualitas bahan seragam. Evaluasi lebih difokuskan pada aspek teknis, terutama ukuran dan penyesuaian kebutuhan siswa.
Langkah ini diharapkan menjadi penyempurnaan terhadap salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Parigi Moutong dalam mendukung akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar