Hasil Kebun dan Ternak Warga Binaan Lapas Parigi Tembus Pasar

PARIMO, theopini.idProgram pembinaan kemandirian di Lapas Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan hasil dengan produk pertanian dan peternakan warga binaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur, tetapi juga dipasarkan ke masyarakat.

“Sebagian kebutuhan dapur sudah bisa dipenuhi dari hasil kebun dan ternak yang dikelola warga binaan. Ini menjadi langkah positif dalam mendukung kemandirian,” ujar Kepala Lapas (Kapalas) Kelas III Parigi, Fentje Mamirahi, Sabtu, 21 Maret 2026.

Program yang diberi nama Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) ini, menjadi bagian dari pembinaan bagi warga binaan melalui kegiatan bertani dan beternak.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Gelar FGD Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi

Fentje menjelaskan, selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, hasil produksi seperti sayuran dan ternak juga memiliki nilai ekonomi karena sebagian dipasarkan ke masyarakat.

Program ini, juga berdampak positif bagi warga binaan, karena tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menghadirkan aktivitas produktif yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

“Warga binaan menjadi lebih kreatif, memiliki kegiatan positif, dan tentunya lebih sehat karena aktif bergerak setiap hari,” tambahnya.

Melalui pembinaan berbasis kemandirian ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat, sekaligus membentuk pribadi yang lebih produktif.

BACA JUGA:  BRI Cabang Parigi Gelar Upacara Peringatan HUT ke-128

Lapas Kelas III Parigi menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berdampak langsung, baik dari sisi keterampilan maupun kesiapan sosial warga binaan.

Pantauan di lapangan, warga binaan mengelola peternakan ikan nila, lele, mujair, serta entok. Selain itu, mereka juga menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi pakcoy, terung ungu, kangkung, dan kacang hijau.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar