PARIMO, theopini.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, varietas durian Indonesia hingga kini, belum tampil di kanca dunia, seperti Thailand dan Malaysia.
“Saat ini, telah ada 114 ribu varietas durian yang telah didaftarkan dan dilepas. Sayangnya, belum ada satu pun varietas yang tampil di kanca dunia,” ungkap Dirjen Hortikultura, Kementan, Dr Ir Prihasto Setyanto, M.Sc, saat menghadiri Festival Durian Internasional, di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Kamis, 6 Juli 2023.
Baca Juga: Kemenparekraf Berharap Festival Durian Internasional Tak Sekedar Seremoni
Menurutnya, mendorong target varietas durian Indonesia ke kanca dunia, memang tak semudah membalikan telapak tangan.
Sebab, Thailand saja untuk menduniakan durian Montong membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun, dan 30 tahun bagi Malaysia memperkenalkan varietas Musang King.
“Belajar dari pengalaman tersebut, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Festival durian ini, dapat menjadi langka awal memperkenalkan durian unggul nasional di Kabupaten Parimo,” kata dia.
Ia berharap, melalui Festival di Kabupaten Parimo ini, target durian unggul nasional dapat tampil di kanca dunia.
Karena, Festival Durian Internasional, menjadi sarana promosi bagi komoditas durian unggulan dari Kabupaten Parimo, dan ke depan akan dikembangkan secara luas.
“Harapannya dapat memberikan kontribusi, dalam peningkatan produksi durian nasional,” imbuhnya.
Pangsa pasar global terhadap komoditas durian terus mengalami peningkatan. Awalnya, pada 2017, hanya Rp14,6 triliun. Namun, meningkat menjadi Rp53,2 triliun di 2021.
Artinya, permintaan durian di pasar Internasional terus mengalami peningkatan secara signifikan, kurang lebih 624 persen, dibanding pada 2017.
“Saya baru dapat informasi dari para stakeholder, ekspor durian frozen ternyata yang paling besar berasal dari Kabupaten Parimo,” ungkapnya.
Baca Juga: Kementan-Dinas Ketapang Sulsel Bersinergi Kembangkan Sagu
Jumlah ekspor durian Kabupaten Parimo, sejak Januari-April sekitar 443 ton, dengan nilai Rp50 miliar, dan terbesar dari kabupaten lain.
“Saya kira, pantas kalau Parimo dicanangkan sebagai kabupaten durian, yang menjadi cikal bakal terdongkraknya ekspor durian, dari Indonesia,” pungkasnya.















