PARIMO, theopini.id – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Surya Fibrianti mengajak masyarakat membantu pemerintah menekan angka perkawinan anak.
“Perkawinan anak dinilai menjadi permasalahan serius, karena menghadirkan kontroversi di tengah masyarakat,” kata Surya Fibrianti, saat hadiri peringatan Hari Kartini ke-146, di Parigi, Kamis, 25 April 2024.
Baca Juga: Sekda Zulfinasran Jelaskan Risiko Pernikahan Dini di Safari Ramadan
Menurutnya, Provinsi Sulawesi Tengah berada diperingkat kelima terbesar perkawinan anak, dengan presentase 12,56 persen, pada 2023.
Salah satu Kabupaten Parimo, kata dia, memberikan kontribusi angka perkawinan anak tersebut.
Sehingga, membutuhkan peran seluruh pihak, khususnya orang tua untuk bersama-sama menekan angka perkawinan anak, untuk mewujudkan Indonesia layak anak pada 2030.
“Kita ketahui, dampak perkawinan anak banyak memberikan hal yang negatif,” imbuhnya.
Dampak perkawinan anak tersebut, di antaranya terdapat permasalahan kesehatan reproduksi pada perempuan, meningkatkan kematian ibu dan bayi serta berisiko melahirkan anak Stunting.
Bahkan, perkawinan anak menjadi faktor penbab meningkatnya angka anak putus sekolah, dan kemiskinan.
“Ini hal yang perlu diketahui, karena menjadi tugas kita. Apalagi sebagai distributor terbesar bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya
Sementara itu, untuk penanganan Stuntung, ia meminta pada orang tua agar terus memperhatikan fase remaja anak.
Salah satunya, saat menghadapi masa perkawinan, dengan mencegahnya melakukan program diet yang bisa menimbulkan kekurangan gizi bagi anak perempuan.
Sebaiknya, lanjutnya, para remaja mengikuti program Dinas Kesehatan bekerja sama dengan TP-PKK Parimo yang menganjurkan meminum tablet penambah darah setiap minggu sekali.
Baca Juga: IKAHI Masuk Sekolah, Edukasi Soal ABH dan Pernikahan Usia Dini
Ia juga mengingatkan faktor terbesar penyebab lahirnya anak Stunting, di antaranya jarak kehamilan, usia ibu hamil, anemia dan kehamilan yang tidak direncanakan
“Olehnya, kita perlu memperhatikan kondisi ibu hamil agar tidak kekurangan gizi, dan zat besi saat masa kehamilan,” pungkasnya.















