PALU, theopini.id – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, berjalan dengan hikmat.
Upacara yang dijelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin, 20 Mei 2024 tersebut, dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudy Dewanto, yang membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi.
Baca Juga: Pamda Parimo Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke 75
“Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan dan Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner,” kata Rudy Dewanto.
Menurutnya, banyak kesulitan berhasil mendapatkan solusi dari teknologi yang merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas.
Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari, kecepatannya bak lompatan kuantum dalam dua dekade terakhir, dan perubahannya demikian pesat.
“Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil, semua seperti mendekat dan terpampang di depan mata” terangnya.
Tak hanya itu, bonus demografi menunjukkan bagaimana 60 persen penduduk Indonesia dalam dua dekade ini, menjadi tenaga usaha produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan, Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya, adalah adopsi teknologi digital.
“Dalam aspek bisnis, sosial dan ekonomi transformasi digital, dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis,” ujarnya.
Baca Juga: Sekda Novalina Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas 2023
Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap” pungkasnya.






