POSO, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura launching aksi inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu (Tetra-Pandu), bertema “Desain Inovasi Penurunan Daerah Rawan Pangan sebagai Input Penyelenggaraan Pembangunan Pangan di Masa Mendatang”, di Desa Labuan, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Senin, 20 Mei 2024.
“Ini merupakan salah satu inovasi daerah di sektor pangan yang dilakukan untuk mewujudkan visi pembangunan Sulawesi Tengah,” kata Gubernur Rusdy Mastura.
Baca Juga: Pemprov Sulteng Cegah Kerawanan Pangan dengan Tetra-Pandu
Hal tersebut, kata dia, tertuang dalam misi ketiga, yaitu mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan penguatan kelembagaan.
Disamping itu, untuk menjawab isu strategis Sulawesi Tengah, terkait kerawanan dan ketersediaan pangan.
Selama masa pemerintahannya, telah ditemui beberapa permasalahan mendasar atau substansial yang memerlukan tindakan gerak cepat dalam penanganannya.
“Salah satunya, memenuhi hak dasar manusia akan kecukupan pangan yang beragam bergizi, seimbang, dan aman,” imbuhnya.
Sebab, kondisi geografis Sulawesi Tengah yang sangat beragam, seperti wilayah pegunungan, kepulauan, lembah dan perbatasan, menjadikan pangan belum terdistribusi dengan baik.
Selain itu, sentra padi, kawasan perkebunan, dan sentra produksi pangan lainnya, belum terkoneksi sepenuhnya ke daerah-daerah yang membutuhkan.
“Seperti yang di alami tiga desa Kabupaten Poso, yakni Labuan, Toyado dan Silanca,” bebernya.
Olehnya, ia berharap kolaborasi yang terkoordinir baik antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah bebas rawan pangan.
Kemudina, memiliki sasaran yang tepat dalam pemberdayaan pangan masyarakat serta sebagai praktik baik, dalam rangka menyelesaikan permasalahan kerawanan pangan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo menjelaskan, program Tetra-Pandu ditetapkan menjadi salah satu inovasi Pemerintah Daerah (Pemda).
Tujuannya, mengurangi desa rawan pangan di Provinsi Sulawesi Tengah, melalui SK Gubernur Sulteng No. 500.6.1/15.1/Bappeda-G.ST/2024 tentang Penetapan Desa Percontohan Inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu 2024.
Lokasi yang menjadi sasaran inovasi sebagai Pilot Project pada 2024, yaitu desa-desa yang masuk dalam kategori desa rawan pangan prioritas satu.
Di antaranya, Desa Walandano di Kabupaten Donggala, Desa Labuan, Desa Toyado, Desa Silanca di Kabupaten Poso dan Desa/Pulau Bambu di Kabupaten Tojo Una-una.
“Kategorisasi desa rawan tersebut, ditentukan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) dan atas usulan masing-masing bupatinya,” terangnya.
Baca Juga: KKP Tetapkan 5 Program Priorias Antisipasi Kerawanan Pangan
Dalam kegiatan ini, ada 12 perangkat daerah di lingkup pemerintah provinsi yang mendukung dan akan mengintervensi melalui program inovasi Tetra-Pandu. Sehingga, dapat menurunkan presentase daerah rawan pangan di Sulawesi Tengah.
Ia berharap, aksi inovasi ini memberikan dampak luas bagi masyarakat, dan target persentase daerah rawan pangan di Sulawesi Tengah akan diturunkan hingga sebesar 40,00 persen pada 2024 dari sebesar 48,86 persen di 2022.















