JAKARTA, theopini.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, tiga fungsi keuangan negara (alokasi, distribusi, dan stabilisasi) selaras dengan tujuan syariat agama Islam atau Maqashid asy-Syariah, meliputi perlindungan terhadap jiwa, akal, harta, keturunan, dan juga agama.
Ia menyebut, prinsip Islam seperti keadilan memiliki sifat yang universal dan relevan dengan kehidupan manusia secara luas.
Baca Juga: Wamenkeu I Sampaikan Kondisi Ekonomi Terkini dan Peran APBN di UKRIDA
“Jika kita lihat pada tiga fungsi keuangan negara dalam undang-undang kemudian dibandingkan dengan prinsip-prinsip dalam Maqashid asy-Syariah meliputi perlindungan terhadap jiwa, akal, harta, keturunan, dan keluarga, maka semua hal ini konsisten,” ujarnya dilansir di laman Kemenkeu, Jum’at, 4 Oktober 2024.
Perlindungan terhadap lima hal tersebut, menurutnya tercermin dalam desain kebijakan APBN, baik itu dari sisi pendapatan, belanja, maupun investasi.
“Jika anda melihat angka yang dikhususkan untuk perlindungan sosial, entah itu dukungan untuk keluarga tidak mampu, bantuan langsung tunai, bantuan pangan, subsidi baik itu di sektor energi, pupuk, UMKM. Seluruhnya merupakan area di mana APBN mengalokasikan jumlah yang signifikan,” jelas Sri Mulyani.
Ia mengungkapkan, prinsip keadilan diterapkan pada aspek perpajakan. Di mana, pihak yang mampu memberikan kontribusi lebih besar.
Sementara pihak yang tidak mampu diberikan keringanan, bahkan mendapat bantuan dalam bentuk zakat maupun perlinsos.
Belanja negara juga didesain untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan, seperti misalnya infrastruktur dasar dalam bentuk pengairan, sanitasi, dan perumahan.
Baca Juga: Menurun, Menkeu: Penerimaan Pajak Capai Rp 1.028 Triliun pada Semester I-2024
Menkeu juga mengungkapkan, empat karakter utama Nabi Muhammad SAW, yaitu amanah, shiddiq, fathonah, dan tabligh juga perlu menjadi panutan bagi siapapun yang berkecimpung di bidang pengelolaan keuangan khususnya keuangan publik.
Ia menjelaskan, nilai integritas yang selama ini terus ditekankan di lingkungan Kementerian Keuangan merefleksikan sifat shiddiq dan amanah. Adapun sifat fathonah dan tabligh, kata dia, terimplementasikan dalam kepemimpinan intelektual pada institusi ini.







Komentar