PU dan BPS Bersinergi Tekan ICOR, Dorong Efisiensi Investasi Infrastruktur Nasional

JAKARTA, theopini.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyepakati pentingnya sinergi lintas sektor dalam menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) nasional.

Kolaborasi ini, ditujukan untuk memastikan setiap investasi infrastruktur menghasilkan dampak ekonomi yang maksimal dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kementerian PU Fokus Bangun SDM Unggul untuk Dukung Asta Cita Prabowo

“Kami tidak ingin pembangunan infrastruktur hanya menghabiskan anggaran tanpa nilai tambah. Lewat pendekatan PU608, kami memastikan setiap proyek memiliki efek pengganda terhadap ekonomi, khususnya di daerah yang tertinggal,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam pertemuan bersama Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi di Jakarta, Kamis, 19 Juni 2025.

Menurutnya, ICOR Indonesia yang saat ini berada di angka 6,47 masih bisa ditekan. Kunci utamanya, adalah efisiensi dalam pelaksanaan proyek dan perencanaan berbasis data yang akurat.

“Kita harus bergerak berdasarkan bukti. Kolaborasi dengan BPS penting untuk memetakan investasi mana yang produktif dan mana yang perlu dievaluasi,” ujarnya.

Wakil Kepala BPS, Sonny Harry, menyambut baik komitmen Kementerian PU dalam merespons tantangan tingginya ICOR dengan pendekatan strategis.

Ia menekankan, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran mampu mendorong pertumbuhan lintas sektor.

“Pembangunan yang baik bukan hanya soal fisik, tapi bagaimana infrastruktur itu menghidupkan sektor lain dari pertanian, industri, sampai pariwisata. Itu baru efisiensi investasi,” jelasnya.

Baca Juga: Kementerian PU-Ombudsman RI Perkuat Kolaborasi untuk Pelayanan Publik Optimal

Ia juga mengingatkan, pentingnya umur manfaat infrastruktur jangka panjang dalam menurunkan ICOR. Infrastruktur yang dirancang secara matang, akan mencegah pemborosan anggaran dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Kalau kita hanya kejar output jangka pendek, maka ICOR tetap tinggi. Tapi kalau infrastruktur dibangun dengan visi jangka panjang, maka efisiensi bisa tercapai,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar