Lonjakan Pasien RSUD Undata, Bukti Dampak Program BERANI Sehat di Sulteng

PALU, theopini.id – Program BERANI Sehat yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, membawa dampak signifikan terhadap lonjakan jumlah pasien di berbagai rumah sakit.

RSUD Undata, sebagai rumah sakit rujukan di Kota Palu, kini mencatat kunjungan pasien mencapai dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Baca Juga: BERANI Sehat Hadapi Tantangan Pembiayaan dan Distribusi Layanan di Daerah 3T

“Sejak program ini berjalan, jumlah pasien meningkat dari rata-rata 300 menjadi 600 sampai 700 orang per hari,” ungkap Direktur RSUD Undata, drg Herri Muliuadi, Minggu, 20 Juli 2025.

BACA JUGA:  Satgas Madago Raya Bangun Karakter Generasi Muda di Poso Lewat Lomba PBB

Program BERANI Sehat memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis cukup dengan menunjukkan KTP, terutama bagi pasien kategori kelas 3 BPJS.

Kenaikan jumlah pasien, dinilai sebagai indikator bahwa kebijakan ini menjawab kebutuhan layanan kesehatan kelompok masyarakat rentan.

Terpisah, Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menjelaskan, program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP, harus siap turun dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3,” ujarnya dalam kegiatan Aqiqah di Kota Palu, Minggu.

BACA JUGA:  Sulteng Tegaskan Komitmen Pembinaan Olahraga Usai Kepulangan Atlet SEA Games

Baca Juga: Wagub Sulteng Tinjau Kesiapan Program BERANI Sehat di RSUD Undata Palu

Menurut dia, anggaran senilai Rp37 miliar telah disiapkan Pemprov Sulawesi Tengah untuk membayar tunggakan BPJS kelas 3 masyarakat. Dana ini, dialokasikan dari APBD 2025 dan merupakan bagian dari RPJMD Sulteng tahun 2025–2026.

“Pemprov sudah menyiapkan anggarannya, bekerjasama dengan BPJS serta berkolaborasi di 12 kabupaten dan 1 kota. Program ini berlaku sampai Juli 2025,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar