PARIMO, theopini.id – Kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan meningkat sejak Juli 2025. Bahkan, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat terlambat mendapat penanganan medis.
“Sudah ada peningkatan kasus gigitan, baik oleh anjing, kucing, maupun hewan lainnya. Dua orang meninggal dunia karena setelah digigit,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Parimo, I Gede Widiadha di Parigi, Rabu, 3 September 2025.
Baca Juga: Upaya Penanggulangan Penyakit, Dinkes Parimo Siapkan 7 Rabies Center
Ia mengatakan, warga yang meninggal dunia tidak langsung mencari vaksin setelah digigit hewan, dan memilih pengobatan tradisional. Saat gejala rabies muncul, pasien baru dibawa ke fasilitas kesehatan, dan nyawa mereka tidak tertolong.
Pada awal Agustus 2025, lanjutnya, sempat terjadi kekosongan vaksin rabies di Kabupaten Parimo. Namun, permintaan tambahan vaksin sudah diakomodir oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), meski jumlah yang tersedia masih terbatas dibanding tingginya kasus gigitan.
Dengan banyaknya kasus, kata dia, penanggulangan tidak bisa hanya mengandalkan pemberian vaksin kepada korban gigitan.
“Harus ada penanggulangan menyeluruh, termasuk untuk hewan penular rabies. Hewan yang tidak jelas kepemilikannya sebaiknya ditertibkan, sementara hewan peliharaan perlu divaksinasi,” jelasnya.
Menurutnya, vaksinasi rabies untuk hewan merupakan kewenangan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Informasi yang diterimanya, pekan lalu dinas tersebut telah melakukan vaksinasi di Kelurahan Masigi.
Baca Juga: Survei Kesehatan Indonesia Dimulai, Sekda Parimo Lepas 24 Enumerator
“Namun sebaiknya pelaksanaan vaksinasi difokuskan di daerah dengan tingkat kasus gigitan tinggi. Kita tahu wilayah selatan Kabupaten Parimo juga banyak dilaporkan kasus gigitan hewan penular rabies,” ujarnya.
Gede menambahkan, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar langkah penanggulangan berjalan efektif. Meski saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan KLB malaria, kasus rabies juga harus segera diantisipasi karena tren peningkatannya terus berlanjut.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar