PARIMO, theopini.id – Tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Peringatan ini, menjadi kesempatan untuk mempromosikan kesejahteraan anak sekaligus mengingatkan bahwa anak adalah aset masa depan bangsa,” ujar Plt Kepala Dinas DP3AP2KB Parimo, Kartikowati dalam sambutannya pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat kabupaten, Jum’at, 12 September 2025.
Baca Juga: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Parimo, Pelaku Justru Orang Terdekat
Ia menyebutkan, jumlah anak di Kabupaten Parimo saat ini mencapai sekitar 155.465 jiwa atau 33,7 persen dari total penduduk. Dari jumlah itu, 46 persen berjenis kelamin laki-laki dan 54 persen perempuan.
Meski demikian, kata dia, masih banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya tingginya angka kekerasan anak dan perempuan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data, pada 2022 tercatat 63 kasus kekerasan, naik menjadi 66 kasus pada 2023, dan kembali meningkat menjadi 69 kasus pada 2024.
Adapun rekapitulasi kasus kekerasan anak sejak 2023 hingga Agustus 2025 mencapai 158 kasus, yang terdiri dari 23 kasus kekerasan fisik, 1 kasus psikis, serta kasus terbanyak berupa kekerasan seksual dengan 105 kasus.
“Untuk perkawinan dini, sejak 2023 sampai Agustus 2025 terdapat 104 calon pengantin anak yang datang ke kami untuk mengajukan dispensasi nikah,” ungkapnya.
Baca Juga: Gadis 16 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual Empat Pria di Banggai
Menurut Kartikowati, 104 calon pengantin tersebut masih berusia di bawah 19 tahun. Mereka mengajukan dispensasi dengan alasan mendesak, meski kemungkinan besar masih banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi secara bersama, meningkatkan pelayanan akses, mempercepat penanganan kasus, serta memperkuat peran forum anak sebagai pelopor sekaligus pelapor.
Baca berita lainnya di Google News













