Tim SAR Gabungan Tangani Insiden Nelayan Hilang di Perairan Batusuya

DONGGALA, theopini.idRespons cepat ditunjukkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, setelah menerima laporan adanya seorang nelayan yang jatuh dari kapal saat memancing di Perairan Batusuya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Selasa, 4 November 2025.

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi, untuk melakukan pencarian di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Baca Juga: Polairud Polres Parimo Dorong Nelayan Jaga Ekosistem Laut, Waspada Illegal Fishing

“Begitu laporan kami terima dari pemerintah desa, tim segera kami berangkatkan dengan perlengkapan lengkap untuk memastikan pencarian bisa dilakukan sesegera mungkin,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H.

Ia menjelaskan, laporan diterima pada pukul 13.12 WITA dari Kepala Desa Batusuya, yang melaporkan bahwa seorang nelayan bernama Aldo (33) terjatuh dari kapal akibat gelombang tinggi.

BACA JUGA:  Operasi SAR Banjir di Tolitoli, Tim Gabungan Dikerahkan ke Tuweley

Hanya 18 menit setelah laporan masuk, tim Basarnas Palu langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR RB 409 dan Rescue Car dengan waktu tempuh sekitar dua jam setengah.

“Tim SAR Gabungan saat ini tengah melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Kami berkoordinasi dengan nelayan setempat dan aparat desa untuk memperluas area pencarian sesuai kondisi arus laut dan arah angin,” jelas Rizal.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue dan ABK KPP Palu, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.

Alat utama yang digunakan meliputi Rescue Car, KN SAR RB 409, perahu karet, peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR medis dan evakuasi.

BACA JUGA:  Smansa Poso 62 Tahun, Gubernur Sulteng Hadiri Reuni Akbar dan Lepas Fun Walk

Menurut laporan BMKG, kondisi cuaca di lokasi kejadian pada hari itu tergolong tidak stabil dengan hujan ringan, kecepatan angin 2–11 knot, dan gelombang setinggi 0,5–1,25 meter dari arah tenggara. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR yang bekerja di perairan terbuka.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lindungi Nelayan Parimo

“Keselamatan tim juga menjadi perhatian utama. Karena itu, setiap pergerakan di lapangan kami sesuaikan dengan perkembangan cuaca dan arus laut,” tambahnya.

Hingga Selasa sore, hasil pencarian terhadap korban masih nihil. Operasi SAR akan terus dilanjutkan, dan hasil perkembangannya akan disampaikan secara berkala oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar