SIGI, theopini.id – Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae menegaskan, lemahnya sistem pelaporan data kesehatan menjadi penghambat utama penanganan TBC dan Stunting di daerahnya.
“Jika data dasar seperti jumlah ibu hamil atau kasus kesehatan di wilayah tidak diketahui secara rinci, maka ada yang keliru dalam sistem pelaporan,” ujar Bupati Rizal saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sigi, Jum’at, 28 November 2025.
Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Pemberian Vaksin Polio di Jayapura
Ia menekankan, ketepatan data dari Puskesmas dan bidan desa merupakan fondasi utama bagi upaya deteksi dini, intervensi cepat, dan evaluasi program kesehatan.
Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan akuntabilitas, terutama dalam pengelolaan data kesehatan dan pelaporan rutin.
Bupati Rizal menyebut, tingginya angka Tuberkulosis (TBC) dan meningkatnya kasus Stunting sebagai dua masalah prioritas yang mendesak.
“Saya minta puskesmas fokus pada langkah konkret penurunan kasus, melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kualitas pendampingan masyarakat,” kata dia.
Selain masalah penyakit, ia juga menyoroti aspek kebersihan lingkungan yang dinilainya masih perlu diperbaiki.
Baca Juga: Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Berbagai Pihak Tangani Covid-19
Ia meminta masyarakat dan perangkat pemerintah untuk menjaga kebersihan pekarangan, termasuk pemanfaatannya sebagai dapur hidup guna mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dalam forum itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas PUTR agar program kesehatan dan kebersihan lingkungan berjalan lebih efektif.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar