SIGI, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah menegaskan, pentingnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa lagi melihat persoalan lingkungan hanya sebagai data atau laporan. IKLH harus menjadi acuan kebijakan agar Sigi tidak semakin rentan terhadap kerusakan ekologis,” tegas Wakil Bupati (Wabup) Samuel Yansen Pongi saat membuka kegiatan Sosialisasi IKLH 2025 di ruang kerjanya, Rabu, 3 Desember 2025.
Kegiatan ini, bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan dan masyarakat mengenai pentingnya pengukuran kualitas lingkungan hidup.
IKLH dianggap sebagai pijakan awal dalam upaya memperbaiki kondisi ekologis dan memperkuat tata kelola lingkungan daerah.
Baca Juga: Kepala Bappeda Sulteng Tekankan PRK Langkah Strategis Capai SDGs
Wabup Samuel menekankan, menjaga kualitas lingkungan hidup adalah bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan, memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana alam, serta memastikan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam Sigi.
“Dengan sosialisasi ini, saya berharap masyarakat dan para pemangku kepentingan semakin paham bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan, tetapi kebutuhan mendesak untuk masa depan Sigi,” ujarnya.
Ia pesan agar kegiatan tersebut menjadi momentum meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat, dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, desa, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar