PALU, theopini.id – Pelatihan teknis baja ringan di Kelurahan Silae, Kota Palu, diarahkan untuk mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan masyarakat, Rabu, 15 April 2026.
“Persoalan sampah plastik merupakan tantangan besar. Diperlukan inovasi, kreativitas, dan partisipasi aktif masyarakat agar tidak menjadi beban lingkungan,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Nathan Pagasongan, saat membacakan sambutan Wali Kota Palu.
Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kelurahan Silae ini, diselenggarakan oleh Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) bekerja sama dengan Kelurahan Silae dan Kadin Kota Palu.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan teknis pembuatan rak sampah dari baja ringan yang dapat dimanfaatkan untuk menampung botol plastik bekas secara lebih terstruktur.
Langkah ini, dinilai sebagai upaya konkret dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih di lingkungan masyarakat.
Selain aspek lingkungan, pelatihan ini juga membuka peluang ekonomi baru. Botol plastik yang terkumpul secara terorganisir dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi kas RT, RW, maupun lembaga masyarakat lainnya.
Nathan menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Palu menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar