12 Siswa Terkendala Server saat TKA, Disdikbud Parimo Usulkan Ujian Ulang

PARIMO, theopini.id Sebanyak 12 siswa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tidak dapat menyelesaikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama, akibat gangguan server dan keterbatasan waktu pelaksanaan ujian berbasis online.

Kondisi tersebut, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo mengusulkan pelaksanaan ujian ulang atau gelombang khusus, agar siswa yang terdampak tidak dirugikan dalam proses penilaian akademik.

“Untuk yang tertinggal itu ada 12 siswa yang tidak selesai melaksanakan TKA karena kehabisan waktu dikarenakan gangguan server,” ujar Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parimo, Ibrahim, Senin 27 April 2026.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Akan Memaksimalkan Kembali Fungsi PJU di Pusat Kota

Ia menjelaskan, dari pelaksanaan TKA gelombang pertama tersebut, terdapat siswa yang dapat menyelesaikan ujian dengan baik, namun sebagian lainnya terkendala sistem sehingga waktu pengerjaan habis sebelum seluruh soal terselesaikan.

“Ada lima siswa selesai dengan lancar dan 12 siswa terkendala server sehingga waktu habis dan belum selesai dikerjakan,” jelasnya.

Menurut Ibrahim, kondisi ini menjadi perhatian serius Disdikbud karena berpotensi memengaruhi hasil akhir dan prinsip keadilan dalam evaluasi siswa.

Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan kesempatan ujian ulang bagi peserta terdampak.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Dukung Program Sekolah Penggerak Kemendikbudristek

“Kita bermohon ke Dinas Pendidikan Provinsi selaku sekretariat pelaksanaan TKA di kabupaten kota agar siswa yang terkendala ini bisa ikut ujian ulang,” terangnya.

Disdikbud Parimo juga membuka kemungkinan pelaksanaan gelombang khusus bagi siswa yang mengalami kendala serupa, agar tidak ada peserta didik yang dirugikan akibat faktor teknis di luar kemampuan mereka.

“Kalau ada kendala yang sama atau akhirnya tidak maksimal akan mempengaruhi nilai siswa, sekolah bisa melaporkan ke kami sehingga dapat diikutkan di gelombang khusus,” pungkas Ibrahim.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar