MAKASSAR, theopini.id – TP-PKK Kota Makassar mengingatkan calon pengantin agar tidak hanya mempersiapkan aspek kesehatan dan mental sebelum menikah, tetapi juga membicarakan kondisi serta pengelolaan keuangan secara terbuka untuk mencegah persoalan ekonomi menjadi sumber konflik dalam rumah tangga.
“Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tutur Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, dalam kegiatan Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis (KISAH) bertema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Auditorium Gedung TP-PKK Kota Makassar, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, pembicaraan mengenai keuangan perlu dilakukan calon pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Hal itu, mencakup pendapatan masing-masing, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga hingga pembagian tanggung jawab dalam mengatur keuangan.
Keterbukaan tersebut, dinilai penting untuk membangun kesepahaman, sekaligus mencegah munculnya persoalan finansial setelah pasangan menjalani kehidupan rumah tangga.
Ia mengatakan, ketahanan keluarga harus dibangun sejak sebelum pernikahan. Karena itu, calon pengantin perlu memperoleh bekal yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, ekonomi, mental spiritual hingga hukum.
“Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dasar pranikah, mulai dari bina keluarga, bina kesehatan, bina ekonomi keluarga, bina mental spiritual, hingga bina hukum. Semuanya perlu dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.
Kamelia menilai peran PKK dalam penguatan keluarga sangat luas karena bersentuhan dengan berbagai tahapan kehidupan keluarga.
“Kita di PKK memang memiliki tugas yang berat karena mengurus mulai dari bayi lahir sampai meninggal. Bahkan yang menikah pun kita juga urusi. Kenapa? Karena tugas kita adalah kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Selain mendorong kesiapan ekonomi, TP PKK Makassar juga mengingatkan calon pengantin terhadap risiko aktivitas keuangan ilegal yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi keluarga, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online.
Untuk memberikan pemahaman tersebut, kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar.
Dalam materinya bertajuk “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”, Nadhilah menjelaskan pentingnya kemampuan keluarga mengelola keuangan secara sederhana dan terencana.
Peserta dibekali pemahaman untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, mempersiapkan kebutuhan masa depan serta mengenali tawaran keuangan yang berpotensi merugikan.
Calon pasangan juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat yang justru dapat membawa keluarga masuk dalam persoalan finansial.
Sementara itu, Penyuluh Agama Syamsiah memberikan materi mengenai penguatan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Ia mendorong calon pengantin membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, berbagi tanggung jawab serta menjadikan nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi persoalan keluarga.
Kegiatan KISAH yang merupakan program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar tersebut, diikuti Sekretaris beserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan dan pasangan calon pengantin.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Makassar berharap calon pasangan memiliki kesiapan yang lebih utuh sebelum membangun rumah tangga, termasuk kemampuan mengelola keuangan dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat mengancam ketahanan ekonomi keluarga.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira















