PALU, theopini.id – Asrama Mahasiswa Parigi Moutong (Parimo), di jalan S. Parman, Kelurahan Besusu Tengah, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang hingga kini belum dimanfaatkan dalam kondisi memprihatinkan.
Pasalnya, terdapat banyak kerusakan pada pembangunan proyek konstruksi senilai Rp 2,4 miliar lebih bersumber dari APBD 2021, yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parimo.
Baca Juga : Polisi Usut Dugaan Korupsi pada Proyek Rehab Gedung SMKN 1 Parigi
Diduga proses penyelesaian pekerjaan yang dilakukan oleh CV Pertama Khatulistiwa yang tidak maksimal, dan terkesan asal-asal menjadi penyebab banyaknya kerusakan pada bangunan tersebut.
Dari pantauan media ini, hampir seluruh ruang kamar di Asrama Mahasiswa Parimo itu tergenangi air, jika terjadi hujan karena plafon dalam kondisi bocor.
Proses pengecoran di kamar mandi lantai dua pun diduga dikerjakan tak sesuai spesifikasi. Sebab, terdapat kebocoran, yang merembes ke kamar mandi lantai dasar, hingga menyebabkan kosleting aliran listrik.
Bukan itu saja, diduga pemasangan taso rangka baja jendela dan pintu juga dilakukan asal-asalan, bahkan kaca tak terekat dengan baik, dan nyaris copot.
Selain itu, keran air di kamar mandi tak lagi berfungsi, dan kramik dinding dibeberapa bagian ruangan pun copot, hingga material bangunan tidak dibersihkan oleh pihak pelaksana usai menyelesaikan pekerjaannya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas PUPRP Parimo, I Nyoman Adi mengaku baru mengetahui persoalan itu.
“Apa saja yang rusak?,” ungkap Nyoman Adi, melalui pesan WhatsApp, Minggu, 18 September 2022.
Menindaklanjuti hal itu, Nyoman Adi mengaku, akan melakukan pengecekan di lapangan, untuk menentukan sikap Dinas PUPRP kepada pihak pelaksana pekerjaan.
“Menunggu hasil cek di lapangan dulu. Terus apakah masa pemeliharaan atau sudah selesai,” ujarnya.
Nyoman juga menyebut, pihaknya telah beberapa kali mengganti DAP air, yang sempat dikabarkan hilang di Asrama Mahasiswa Parimo tersebut.
Terkait pemanfaatan bangun, tambahnya, pihaknya masih menunggu penyelesaian penyusunan regulasi tentang pengelolaan Asrama Mahasiswa Parimo, dan calon Mahasiswa yang akan menempati gedung tersebut.
“Kalau semuanya sudah fix, baru kami akan melakukan peresmian,” tukasnya.
Sementara itu, Direktur CV Pertama Khatulistiwa, Nandar membantah pelaksanaan pekerjaannya dilakukan dengan asal-asalan.
Apabila dilakukan hitung-hitungan, kata dia, pihaknya telah menambah beberapa item pekerjaan dalam pembangunan Asrama Mahasiswa Parimo itu, yang tidak masuk dalam kontrak.
Baca Juga : Perpanjangan Waktu Kerja Selesai, Proyek SMKN 1 Palu Tak juga Tuntas
“Seperti lis plafon. Saya sempat komplain kemarin ke Pemerintah Daerah (Pemda), itu kan jelek. Saya tambahkan semua itu,” kata Nandar.
Dia mengaku, saat melaksanaan proyek pembangunan konstruksi tersebut, pihaknya menggunakan tenaga kerja lokal dan ahli dibidangnya. Misalnya, pada pemasangan taso rangka baja jendela dan pintu.












