PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DR Rudi Dewanto SE, MM secara resmi membuka pertemuan pra-verifikasi proyek UNDP-Petra di Palu, Rabu 21 September 2022.
“Kami berharap pertemuan pra-verifikasi proyek UNDP-Petra dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, utamanya dalam memastikan fasilitas yang dipulihkan telah sesuai dengan spek yang ditetapkan,” ungkap Sekdaprov, saat membacakan sambutan Gubernur, Rabu.
Baca Juga : UNDP Didesak Tuntaskan Pembangunan 7 Sekolah di Parimo
Menurutnya, melalui kegiatan ini seluruh pihak yang terlibat dapat memiliki kesamaan pandangan untuk mempercepat proses tahapan. Sehingga, fasilitas yang telah dipulihkan dapat segera diserahkan dan dimanfaatkan oleh penerima program.
Dia menyebut, tinggal beberapa hari lagi kejadian bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, khususnya yang menimpa Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala akan genap berusia empat tahun.
“Meskipun pemulihan bencana belum 100 persen selesai, tapi patut disyukuri dalam upaya pemulihan pemerintah provinsi tidak berjalan sendiri, tapi dibantu sejumlah lembaga donor, baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Salah satu, diantaranya atas kerjasama UNDP dengan pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Jerman yang menginisiasi proyek Petra di Sulawesi Tengah untuk membangun kembali fasilitas umum dan sosial terdampak bencana.
Baca Juga : Soal Bangunan Kelas Darurat, Disdikbud Parimo Tagih Janji UNDP
“Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif dan kebaikan hati dari para lembaga donor dan rekan penggiat kemanusiaan yang telah menolong Sulawesi Tengah dalam penanganan dan percepatan pemulihan dampak bencana 28 September 2018,” pungkasnya.







Komentar