banner 1280x250

Tagih Janji Gubernur Sulteng, ARTI KTT Blokade Jalur Trans Sulawesi

Masa aksi ARTI KTT PT Trio Kecana memblokade jalur jalan Trans Sulawesi Desa Katulistiwa, Sabtu, 12 Februari 2022. (Foto : Ardi)

PARIMO, theopini.id – Masyarakat dari tiga Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT) PT Trio Kencana kembali menggelar aksi, Sabtu 12 Februari 2022.

Aksi kali ini, dipusatkan di Tugu Katulistiwa, jalan trans Sulawesi Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan. Lokasi tesebut, sebelumnya disepakati sebagai tempat pertemuan Gubernur H Rusdy Mastura dengan ARTI KTT.    

“Setelah kami melakukan negosiasi dengan kepolisian, namun batas waktu mulai dari pukul 08.00-10.00 WITA, Pak Gubernur yg sebelumnya janji mau datang, tapi ternyata tidak datang. Makanya kami blokade jalur Trans Sulawesi, untuk menagih janji itu,” ungkap Kepala Desa Tada, Mohamad Irfain saat dihubungi, Sabtu.

Dia mengatakan, berdasarkan komunikasi ARTI KTT pada Kamis 10 Februari 2022, dengan Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah, Ridha Saleh, jadwal pertemuan dirubah dari tanggal perjanjian sebelumnya. Sebab, Gubernur H Rusdy Mastura ingin mempercepat pertemuannya dengan masyarakat.

Sehingga, seluruh masa aksi ARTI KTT PT Tro Kencana telah bersepakat berkumpul di Tugu Katulistiwa sebagai titik pertemuan yang telah disepakati.

“Saat aksi Senin 7 Februari 2022 kemarin, Pak Ridha Saleh juga telah mengatakan, Gubernur akan datang selambat-lambatnya Minggu, 13 Februari di depan masa aksi. Maka kami hanya bepegang teguh pada janji itu,” tegasnya.

Menurutnya, masa aksi ARTI KTT akan terus melakukan blokade jalur Tran Sulawesi Desa Katulistiwa, hingga akhirnya Gubernur mau menemui masyarakat, untuk bersama menandatangani rekomendasi pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trio Kencana.

Dari pantau, sebanyak enam kepala desa dari kecamatan, menyatakan sikap menolak aktivitas pertambangan, dan mendesak pemerintah mencabut IUP PT Trio Kecana.  

Diantaranya, Kecamatan Kasimbar yakni, Desa Kasimbar dan Kasimbar Selatan. Kemudian, Kecamatan Tinombo Selatan, yakni Desa Silutung, Tada Utara, Tada Selatan Poli, Siney Tengah, dan Siney.

Diketahui, masa aksi yang melakukan blokade jalan saat ini, merupakan gabungan dari tiga kecamatan yakni, Toribulu, Kasimbar dan Tinombo Selatan.

Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan masyarakat sebagai upaya penolakan dan mendorong pencabutan IUP PT Trio Kencana, yang telah menimbulkan dampak lingkungan.

Laporan : Novita Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: