CIREBON, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendata dua orang meninggal dunia, dan dua lainnya mengalami luka berat, akibat tersambar petir di dua lokasi berbeda.
“Korban meninggal dunia dua orang, dan keduanya tersambar petir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya di Cirebon, dikutip dari republika.co.id, Sabtu, 1 April 2023.
Baca Juga: 3 Tahun Terakhir 207 Bencana Terjadi di Parimo, Berikut Datanya
Dia mengatakan, pada Sabtu, di Kabupaten Cirebon terjadi cuaca ekstrem. Daerah tersebut, diguyur hujan dengan intensitas sedang disertai petir.
Akibat cuaca ekstrem disertai petir, kata dia, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan dua mengalami luka setelah tersambar.
“Tiga di satu lokasi, sedangkan yang satu di areal persawahan,” ujarnya.
Menurutnya, korban meninggal dunia, yaitu seorang pedagang empal gentong bernama Kholifah (45) berasal dari Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
“Sementara korban meninggal dunia lainnya di areal persawahan bernama Suwanda (57) berasal dari Desa Kedung, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon,” katanya.
Selain mengakibatkan dua orang meninggal, terdapat dua luka berat, yaitu atas nama Halim (44), dan Adi Kurniawan (33), keduanya kini berada di rumah sakit dalam perawatan.
Baca Juga: BPBD Parimo Berikan Edukasi Kebencanaan ke Pelajar
“Korban meninggal dunia sudah dibawa oleh keluarga, dan yang luka dilarikan ke rumah sakit,” tuturnya.
Deni mengimbau masyarakat ketika terjadi sambaran petir, untuk tidak berada di tanah lapang atau di bawah pohon, lebih baik masuk ke dalam rumah.














