PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Muhamad Fadli, menyoroti pembangunan talud di jalan Desa Sipayo, Kecamatan Tinombo.
Pembangunan talud yang masuk dalam paket pekerjaan pengaspalan jalan Desa Sipayo ini, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023.
Baca Juga: Hasil Reses DPRD Parimo Masih Didominasi Masalah Infrastruktur
“Saya menilai pelaksanan proyek pembangunan taludnya, dikerja asal-asalan atau asal jadi,” cetus Muhammad Fadli, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam rapat paripurna, Senin, 22 Juli 2024.
Berdasarkan amatannya, galian pondasi talud yang dikerjakan pihak ketiga, sangat dangkal dan berukuran kecil. Bahkan, menyebabkan jalan menjadi sempit.
Sebab, tidak lagi disesuaikan dengan lebar jalan lain, yang telah memiliki talud atau drainase di sekitar desa setempat.
“Sehingga ,membuat pengendara roda empat mengalami kesulitan memutar balik kedaraannya di daerah tersebut,” ujarnya.
Hal ini, jauh berbeda dengan proyek talud bersumber dari dana desa, yang hasil pekerjaannya dinilai jauh lebih bagus, dan berkualitas.
Padahal, kata dia, proyek desa tidak dilengkapi dengan konsultan perencana, dan pengawasan sehebat paket pekerjaan yang dibiayai APBD maupun APBN.
“Tapi kenapa memiliki kualitas pekerjaan lebih rendah dibanding dana desa,” imbuhnya.
Fadli berharap, Komisi III DPRD serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo, segera meninjau dan mencarikan solusi atas masalah tersebut.
Baca Juga: Kementerian PUPR Tata Kawasan Kumuh Melalui Program KOTAKU
Bahkan, tidak hanya mengatasi masalah dalam proyek talud di Desa Sipayo, tetapi juga memperbaiki pekerjaan di wilayah lain.
“Kalau perlu taludnya di bongkar saja, disesuaikan lebar jalan yang sudah memiliki talud atau drainase,” pungkasnya.














