JAKARTA, theopini.id – Di tengah tenggat waktu yang ketat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan, kualitas tetap menjadi prioritas dalam proses renovasi dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Program ini, menjadi bagian penting dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional.
Baca Juga: Incar Gelombang Kedua, Pemda Parimo Siapkan Lahan 19 Hektare untuk Sekolah Rakyat
“Dalam hal membangun, kualitas itu nomor satu. Termasuk dalam proses renovasi Sekolah Rakyat Tahap 1A yang dilakukan dengan waktu yang relatif singkat,” tegas Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Essy Asiah, Jum’at, 4 Juli 2025.
Ia menjelaskan, meskipun waktu pengerjaan terbatas, pihaknya hanya melakukan renovasi ringan hingga sedang pada bangunan eksisting, tanpa menyentuh struktur utama.
Hal ini, dilakukan agar pengerjaan tetap memenuhi standar mutu tanpa mengabaikan estetika lingkungan sekolah.
“Kami pilih bangunan mana yang rusaknya tidak sampai ke struktur. Untuk plafon, genteng, dan landscape kami perhatikan, tapi struktur tentu tidak karena waktunya pendek,” tambahnya.
Renovasi Sekolah Rakyat Tahap 1A saat ini telah mencapai progres fisik 90,72% dan ditargetkan selesai pada 8 Juli 2025.
Sebanyak 65 lokasi menjadi sasaran tahap awal, memanfaatkan gedung-gedung eksisting seperti aset milik Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
“Renovasi ini merupakan bagian dari transformasi awal sebelum pembangunan sekolah permanen dimulai di tahap selanjutnya,” ujarnya.
Namun dari 65 lokasi tersebut, dua batal dilaksanakan, yakni di Papua Pegunungan karena kendala akses, dan di SMP Katingan, Kalimantan Tengah, karena masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, renovasi Sekolah Rakyat Tahap 1B juga sudah dimulai. Sebanyak 37 lokasi telah berkontrak sejak 4 Juli 2025, sehingga total target 100 lokasi Sekolah Rakyat tahun ini tercapai.
“Kami bekerja keras untuk mengejar penyelesaian akhir Juli, menjelang launching Sekolah Rakyat. Waktu efektif kami hanya satu bulan lebih dua minggu untuk perapihan dan penyelesaian akhir,” ungkapnya.
Baca Juga: Komitmen Wujudkan Smart School, Komdigi Dukung Internet Cepat di Sekolah Rakyat
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menekankan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia. Infrastruktur yang baik, kata dia, adalah fondasi utama untuk pendidikan berkualitas.
“Infrastruktur yang baik adalah kunci mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan berkualitas,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar