JAKARTA, theopini.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar menegaskan, sektor ekonomi kreatif bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga ruang belajar masa depan bagi anak-anak Indonesia dalam membangun daya saing bangsa.
Wamen Irene menyebut, kreativitas harus ditanamkan sejak dini sebagai bekal generasi mendatang dalam menghadapi tantangan global.
Baca Juga: Hadiri Perhelatan Orkestra, Wamenekraf Dorong Pelestarian Musik Klasik di Indonesia
“Menanamkan nilai kreativitas sejak dini bukan hanya soal bermain atau berkesenian, tapi juga membentuk karakter inovatif. Ekraf bisa menjadi ruang belajar anak yang menyenangkan sekaligus membangun daya saing bangsa,” ujar Wamen Irene saat menghadiri acara jalan sehat dan hiburan rakyat bersama ribuan peserta dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 20 Juli 2025.
Menurutnya, subsektor seperti permainan digital (gim), seni pertunjukan, dan produk kreatif anak bangsa harus dikenalkan lebih luas melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan yang menjangkau anak-anak sejak usia dini.
“Kami percaya, ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung ekspresi dan imajinasi, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menciptakan solusi kreatif untuk masa depan,” tambahnya.
Partisipasi Kementerian Ekraf dalam HAN 2025, juga mencerminkan komitmen lintas kementerian dalam mendukung hak-hak anak, khususnya dalam akses terhadap lingkungan yang inspiratif dan aman untuk belajar dan berkembang.
Gim lokal karya kreator muda Indonesia yang ditampilkan dalam acara ini, misalnya, membawa pesan tentang kebangsaan, keberagaman, dan kerja sama, nilai-nilai yang ingin ditanamkan melalui pendekatan budaya pop dan digital.
“Ini bukan sekadar hiburan, tapi strategi edukasi yang mengakar pada budaya bangsa dan relevan dengan zaman anak sekarang,” terang Wamen.
Baca Juga: Wamenekraf: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Penting untuk Majukan Ekosistem Digital
Peringatan HAN 2025 bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi momentum membangun ekosistem pendidikan non-formal yang menjembatani kreativitas anak dan visi besar Indonesia Emas 2045.
Dalam semangat Anak Indonesia Bersaudara, Kemenparekraf terus berkomitmen menciptakan ruang kreatif yang inklusif, kolaboratif, dan mendorong tumbuhnya potensi anak-anak dari seluruh Indonesia.
Baca berita lainnya di Google News















