PALU, theopini.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah, menyatakan kesiapannya memenuhi tuntutan Aliansi Masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una, untuk menutup sementara aktivitas PT Estetika Karya Utama.
“Iyaa jika memang terbukti meresahkan dan menyalahi aturan, maka hari ini kami akan buat surat dengan tembusan ke Bapak Gubernur. Saya nyatakan hari ini kami tidak akan memperpanjang izin tambang tersebut dan akan berkoordinasi agar tidak ada aktivitas di lokasi,” ujar Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tengah, Ajen Kriss saat menerima audiensi sekitar 30 warga dari empat desa terdampak di Palu, Kamis, 14 Agustus 2025.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Hentikan Tambang Kayuboko: Alat Berat Berlebih, Dokumen Teknis Nol
Ia mengingatkan, jika ada kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat, Dinas ESDM Sulawesi Tengah tidak memiliki kewajiban melakukan penindakan.
Audiensi tersebut, dihadiri Aliansi Masyarakat yang berasal dari Desa Balangala, Borone, Uwemakuni, dan Uwetoli.
Mereka menyampaikan dua tuntutan utama, yakni menghentikan proses perpanjangan izin PT Estetika Karya Utama dan menghentikan sementara aktivitas pertambangan.
Menurut warga, aktivitas tambang telah meresahkan, tidak memiliki rasa kemanusiaan, dan menyebabkan hilangnya sumber air rumah tangga di empat desa tersebut.
Sementara itu, Ketua Satgas Agraria Eva Bande yang turut hadir mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu langkah resmi Dinas ESDM Sulawesi Tengah.
“Karena hal ini telah disepakati bersama, maka kami meminta jangan ada yang anarkis dan tetap menjaga keamanan dan ketenteraman di lokasi tambang. Tujuannya, agar apa yang kita semua inginkan bisa terlaksana tanpa hambatan,” katanya.
Baca Juga: Bupati Parimo Desak Penutupan Sementara PETI Kayuboko Usai Banjir di Desa Air Panas
Eva menambahkan, pihaknya bersama Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tengah akan berkoordinasi dengan lima dinas terkait guna mempercepat penanganan dugaan pelanggaran perusahaan.
“Intinya kami akan segera menyelesaikan permasalahan ini, meninjau langsung di lapangan, dan tidak akan melewati bulan ini,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News















