Gubernur Sulteng Tekankan Pentingnya SDM Lokal di Sektor Tambang

PALU, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menegaskan, pemanfaatan hasil tambang di daerah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Menurut dia, perusahaan pertambangan tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berkewajiban menyalurkan tanggung jawab sosial (CSR) yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan.

Baca Juga: Dampak Tambang Emas Merambat Sektor Kelautan dan Perikanan di Parimo

“Oke, sumber daya alam bisa habis, tapi tolong sisakan SDM yang tangguh. Saya sudah buka jalur kerjasama dengan PNUP, ITB, UGM, dan kampus lain agar anak-anak Sulawesi Tengah bisa belajar teknik pertambangan dan metalurgi. Saya ingin industri di sini dikuasai putra daerah, bukan orang luar semua,” tegasnya saat menjadi narasumber Seminar Nasional Dies Natalis ke-44 Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) di Kota Palu, Sabtu, 20 Agustus 2025.

BACA JUGA:  Pemprov Sulteng Gelar Pertemuan Implementasi Kebijakan GERMAS

Ia juga mengingatkan, investasi pertambangan seharusnya tidak merusak lingkungan atau mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Olehnya, selain pengawasan ketat, ia menekankan pentingnya transformasi hasil tambang untuk keberlanjutan pembangunan.

“Kalau perusahaan datang hanya mau ambil untung, lebih baik tinggalkan. Tapi kalau betul-betul sayang, mari kita jaga bersama agar Sulawesi Tengah tidak hanya kaya SDA, tapi juga kuat SDM-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Untad Prof Amar menilai komitmen Gubernur Anwar Hafid terhadap pendidikan patut diapresiasi. Ia mencontohkan program BERANI Cerdas yang memberi beasiswa bagi puluhan ribu mahasiswa di Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:  Wagub Ma’mun Amir Dukung Event Festival Lestari di Sigi

“Pak Gubernur memberi beasiswa hingga 80 ribu mahasiswa. Ini langkah berani yang memberi peluang luas bagi generasi muda kita,” kata Amar.

Baca Juga: Tata Jalur Tambang, Pemprov Sulteng Gelar Rapat Lintas Sektor

Selain itu, Fakultas Hukum Untad juga tengah mempersiapkan pembukaan program studi S3 serta pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi.

“Harapan kami, lulusan Untad tidak hanya berbekal ijazah, tapi juga sertifikat profesi agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar