SIGI, theopini.id — Gubernur H Anwar Hafid menegaskan, Kabupaten Sigi memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan utama di Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para petani di Kabupaten Sigi. Pemerintah akan terus mendukung, baik melalui bantuan sarana prasarana pertanian maupun pendampingan agar hasil panen semakin meningkat dan kesejahteraan petani dapat terwujud,” kata Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri panen raya padi perdana di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kamis, 4 September 2025.
Baca Juga: Siap Jadi Lumbung Pangan, Pemda Sigi Rampungkan Draf RPMD 2025–2030
Ia menekankan, perubahan nasib masyarakat hanya akan terwujud jika dimulai dari diri sendiri. Karena itu, ia mengajak petani dan masyarakat Sigi untuk terus bersemangat memanfaatkan lahan pertanian pasca-bencana 2018.
“Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terus memberikan berkah-Nya. Sesungguhnya tidak akan dirubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang merubahnya. Mari kita jadikan panen perdana ini sebagai momentum memanfaatkan kembali sawah kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI serta paket bantuan subsektor tanaman pangan dan hortikultura melalui Program Berani Makmur.
Bantuan tersebut, mencakup benih padi 155 ribu kilogram, alsintan 23 unit, serta program pemberdayaan bagi 375 keluarga miskin ekstrem dan 100 keluarga berisiko stunting.
Menurutnya, dukungan lahan yang luas serta semangat petani membuat Kabupaten Sigi berpotensi menopang ketahanan pangan Sulawesi Tengah, khususnya komoditas padi dan jagung.
“Dengan kerja sama yang baik, saya yakin Sigi mampu berdiri sejajar dengan Banggai dan Parigi Moutong sebagai daerah penopang ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjanae, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Gubernur.
Baca Juga: Dukung Pangan IKN, 7 Gapoktan di Parimo Terima Bantuan Lumbung Pangan
Ia menyebut panen perdana ini dilakukan di lahan seluas 16 ribu hektare, dengan 600 hektare siap dipanen dan 1.000 hektare menyusul dalam tahapan berikutnya.
“Keberhasilan panen perdana ini menjadi langkah awal mewujudkan Sigi sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Tengah,” ungkap Rizal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar