the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Siaga Darurat Malaria, 200 Kasus Tercatat di Parimo hingga September 2025

the OPINIbythe OPINI
23 September 2025
in Headline
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
23 September 2025
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Siaga Darurat Malaria, 200 Kasus Tercatat di Parimo hingga September 2025

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Yunita Tagunu, dalam Bimbingan Teknis Penanggulanganan Penyakit di Parigi, Selasa, 23 September 2025. (Foto: Irwan Sukri)

Baca Juga

Firasat Elo: Tak Ada yang Tertinggal

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

PARIMO, theopini.id – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah resmi menetapkan status siaga darurat bencana non-alam malaria, setelah terjadi peningkatan kasus secara signifikan sejak akhir 2024. Padahal, daerah ini sebelumnya sudah tiga tahun berturut-turut bebas malaria dan memperoleh sertifikat eliminasi dari Kementerian Kesehatan.

“Sekitar tiga bulan setelah menerima sertifikat eliminasi malaria, kasus baru ditemukan kembali di akhir 2024. Bahkan penularannya bersifat lokal, karena pasien tidak bepergian ke luar daerah. Kasus pertama muncul di Kecamatan Moutong,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Yunita Tagunu, dalam Bimbingan Teknis Penanggulanganan Penyakit di Parigi, Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga: Kasus Malaria di Parimo Didominasi Moutong, Kemenkes Rekomendasikan RDT

Menurutnya, hingga September 2025 tercatat 200 kasus malaria, dengan 191 sembuh dan 9 pasien masih menjalani perawatan.

Kecamatan Moutong menjadi penyumbang terbanyak dengan 126 kasus, dengan rincian 50 rawat jalan dan 76 rawat inap. Kurva kasus menunjukkan puncak pada minggu ketiga Juni 2025 dengan beberapa puncak lanjutan hingga September 2025.

Dari hasil analisis, sekitar 80 persen kasus malaria di Kabupaten Parimo berkaitan dengan aktivitas penambangan. Warga yang sehari-hari terdaftar sebagai petani, ibu rumah tangga, maupun pelajar, banyak yang tertular karena bekerja di tambang rakyat.

“Mayoritas penderita adalah laki-laki usia di atas 30 tahun (59 persen), dengan gejala utama demam, sakit kepala, dan menggigil,” jelas Yunita.

Penularan diperparah oleh banyaknya kubangan bekas tambang yang menjadi sarang nyamuk Anopheles. Di Kecamatan Moutong sendiri, hasil pemeriksaan jentik menunjukkan kepadatan larva cukup tinggi di sekitar lokasi tambang.

Dinas Kesehatan Parimo  mencatat kasus malaria tersebar hampir di seluruh kecamatan. Dari 24 wilayah kerja Puskesmas, hanya enam Puskesmas yang tidak melaporkan kasus sama sekali.

Sebanyak delapan Puskesmas ditetapkan sebagai fokus penanganan, karena terjadi penularan lokal (indigenous). Selebihnya, kasus yang muncul dikategorikan sebagai impor dari luar wilayah.

Kasus malaria di Kabupaten Parimo didominasi oleh Malaria Vivax, disusul Falciparum, serta sebagian kecil kombinasi lainnya. Pemeriksaan dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test (RDT), namun sekitar 16 persen masih perlu konfirmasi mikroskopis.

“Keterbatasan alat mikroskop di beberapa Puskesmas menjadi catatan penting bagi kami. Idealnya semua kasus diperiksa dengan mikroskop, tetapi SDM dan fasilitas belum merata,” ujar Yunita.

Kasus meningkat cepat sejak awal 2025. Pada Juni, Dinas Kesehatan melaporkan adanya penularan lokal berulang. Hingga 14 Agustus 2025, Bupati Parimo menetapkan status siaga darurat bencana non-alam malaria, menyusul laporan resmi dan hasil evaluasi Satgas.

“Malaria tidak bisa ditangani hanya oleh tenaga kesehatan. Karena itu, lintas sektor dilibatkan, termasuk Dinas Perhubungan, PU, pemerintah kecamatan, hingga kader desa,” kata dia.

Satgas malaria melakukan berbagai langkah darurat, di antaranya:

  • Pemeriksaan massal (MBS) di delapan Puskesmas dengan target 80 persen masyarakat diperiksa dalam 7 hari.
  • Pengobatan tuntas dengan pemantauan minum obat oleh kader desa agar pasien tidak kambuh dan kembali menularkan.
  • Penyelidikan epidemiologi setiap kasus baru untuk memastikan sumber penularan.
  • Pengendalian vektor dengan larvasidasi, penyemprotan dinding, distribusi kelambu, penggunaan lotion anti-nyamuk, serta himbauan memakai pakaian panjang pada malam hari.
  • Kerja sama lintas sektor, termasuk penutupan genangan bekas tambang oleh Dinas PU.

“Upaya pengendalian vektor menjadi prioritas. Kubangan bekas tambang yang tidak ditutup terbukti menjadi sarang nyamuk. Di Kecamatan Moutong dan Lambunu, jentik Anopheles ditemukan dalam jumlah tinggi,” tegas Yunita.

Letak geografis Kabupaten Parimo yang berbatasan dengan Pohuwato, Provinsi Gorontalo dan Kecamatan Sausu dengan Kabupaten Poso juga menjadi tantangan.

Baca Juga: DPRD Parimo: Penanganan Malaria Tak Efektif Tanpa Hentikan Tambang Ilegal

Dua kabupaten itu, masih mencatat kasus malaria tinggi, sehingga mobilitas penduduk berpotensi membawa kasus impor ke Kabupaten Parimo.

“Setelah memperoleh sertifikat eliminasi, kegiatan pemeliharaan seperti skrining ibu hamil atau surveilans aktif berkurang. Ini pelajaran bagi kita semua, bahwa eliminasi bukan berarti bebas selamanya. Perlu pemeliharaan berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DinkesParimo#KasusMalaria#kemenkes#Menkes#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Rakernis Bidpropam, Wakapolda Sulteng Tekankan Integritas dan Pengawasan Internal

Next Post

Polres Parimo Tertibkan PETI di Karya Mandiri, Dua Pelaku dan Alat Pertambangan Diamankan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Firasat Elo: Tak Ada yang Tertinggal

Firasat Elo: Tak Ada yang Tertinggal

1 September 2026
Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

31 Agustus 2026
Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

31 Agustus 2026
BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

30 Agustus 2026
Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

29 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 65 km Tenggara HALMAHERATENGAH-MALUT

1 September 2026
Firasat Elo: Tak Ada yang Tertinggal

Firasat Elo: Tak Ada yang Tertinggal

1 September 2026
Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

31 Agustus 2026
Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

31 Agustus 2026
Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

31 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Hari Kedua Pascabanjir Avolua, BPBD Parimo Fokus Bersihkan Rumah Warga dan Pulihkan Air Bersih

Hari Kedua Pascabanjir Avolua, BPBD Parimo Fokus Bersihkan Rumah Warga dan Pulihkan Air Bersih

27 Agustus 2026
8 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Parimo, 7 Penyangga dan 1 Hub

8 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Parimo, 7 Penyangga dan 1 Hub

27 Agustus 2026
Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

30 Agustus 2026
Perkuat Komunikasi Publik, Pemprov dan Polda Sulteng Asah Kemampuan Visual PPID

Perkuat Komunikasi Publik, Pemprov dan Polda Sulteng Asah Kemampuan Visual PPID

26 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 52 km TimurLaut LABUANBAJO-NTT

27 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d