Penguatan Karakter ASN, Pemprov Sulteng Pastikan Pembinaan Tanpa Sekat Agama

PALU, theopini.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan, pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan secara setara tanpa memandang latar belakang agama.

Hal itu, sejalan dengan pelaksanaan retret kepala organisasi perangkat daerah beragama Muslim di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Pemprov Sulawesi Tengah juga menggelar retret iman bagi pejabat beragama Nasrani sebagai bagian dari penguatan integritas ASN lintas iman, 30 Januari–1 Februari 2026.

“Pembinaan karakter dan integritas ASN tidak boleh dibatasi oleh sekat agama. Semua aparatur harus mendapatkan ruang yang sama untuk memperkuat iman, moral, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah,” tegas Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Adiman, membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: 198 Peserta Ikuti Pelatihan Dasar CPNS Formasi 2019

Ia, menjelaskan, kegiatan retret iman ini bertujuan meneguhkan nilai moral dan etika kepemimpinan aparatur.

“Retret ini memperkuat iman sebagai fondasi integritas. Dengan iman yang kuat, pejabat diharapkan konsisten menjaga kejujuran, disiplin, dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan maupun pelayanan publik,” ujar Adiman.

Selama kegiatan, peserta mengikuti doa dan ibadah serta pembekalan kepemimpinan Kristen dari sejumlah rohaniawan. Pdt. Dr. R. F. Martino membahas tantangan mengalahkan kuasa dunia melalui iman dan karakter Kristen, Pdt. Dharma Putera Sallata, S.Th menekankan pentingnya kuasa doa dalam mencapai tujuan yang damai sejahtera, sementara Pdt. Armin Robert Tamalanga, S.Th mengulas tantangan pencapaian tujuan dalam iman Kristen.

Adiman menegaskan, pembinaan spiritual lintas agama merupakan bagian dari ikhtiar membangun kepemimpinan daerah yang amanah dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kecakapan teknokratis. Ia harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual. Jika pemimpinnya takut kepada Tuhan, maka kebijakan yang diambil akan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Menurut dia, materi yang disampaikan selama retret memberi dampak nyata dalam membentengi pejabat dari praktik yang merusak integritas ASN serta mendorong aparatur menjadi agen toleransi di lingkungan birokrasi.

“Melalui retret ini, kami ingin memastikan nilai-nilai iman benar-benar tercermin dalam kinerja, sekaligus memperkuat semangat melayani masyarakat secara adil tanpa diskriminasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong Budaya ASN Religius dan Guyub Lewat Seragam Putih

Retret ini diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat administrator atau eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang beragama Nasrani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan ASN yang berimbang, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dalam membangun birokrasi yang bersih dan berintegritas.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar