GORONTALO, theopini.id — Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan, pentingnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Poduwoma sebagai upaya memperkuat ketahanan energi daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari Sulawesi Utara.
“PLTMH ini harus dituntaskan dan berhasil. Selama ini Gorontalo masih bergantung pada pasokan listrik dari Sulawesi Utara. Dengan hadirnya PLTMH, ketergantungan itu bisa dikurangi,” ujar Idah saat meninjau lokasi pembangunan PLTMH di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Terima Kunjungan Silaturahmi GM PLN Suluttenggo
Dalam kunjungan tersebut, Idah menegaskan kehadirannya bukan dalam rangka inspeksi mendadak maupun agenda resmi pemerintah.
“Saya datang tanpa surat dan bukan sidak. Ini murni karena kepedulian saya terhadap Bone Bolango yang memiliki potensi energi luar biasa,” katanya.
Menanggapi adanya aksi penolakan dari sebagian masyarakat, Idah menyebut persoalan tersebut perlu disikapi dengan pendekatan dialog dan penyampaian informasi yang utuh.
“Saya menghormati dinamika demokrasi. Namun masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami manfaat besar proyek ini bagi Gorontalo,” ungkapnya.
Menurutnya, PLTMH Poduwoma merupakan proyek strategis yang hampir rampung dan akan memberikan dampak jangka panjang bagi ketersediaan energi listrik di daerah.
“Pemerintah daerah berkewajiban mengawal proyek strategis nasional dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah informasi yang benar,” tegas Idah.
Ia menambahkan, hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Gorontalo, termasuk rencana peresmian PLTMH Poduwoma ke depan.
“Nanti akan kami laporkan kepada Pak Gubernur, termasuk kesiapan dan rencana peresmiannya,” ujarnya.
Baca Juga: Potensi Energi Terbarukan Besar, Sulteng Terhambat Kebijakan Pusat dalam Transisi Energi
Sebagai informasi, PLTMH Poduwoma memanfaatkan aliran Sungai Bone dengan kapasitas terpasang 2×4,95 megawatt dan estimasi produksi energi mencapai 52,68 juta kWh per tahun. Pembangkit ini menggunakan dua unit turbin Kaplan sumbu vertikal dengan total kapasitas 9,9 megawatt.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar