Pemprov Sulteng Dorong Iktikaf dan Penguatan Spiritual di Penghujung Ramadan

PALU, theopini.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah mendorong penguatan spiritual masyarakat di 10 hari terakhir Ramadan, melalui kegiatan iktikaf dan program BERANI Berkah.

Upaya ini, dinilai penting untuk membangun keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai keagamaan.

“Intinya Ramadan itu ada di 10 hari terakhir karena adanya malam Lailatul Qadar,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, usai Salat Subuh sekaligus penutupan iktikaf Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Mujahidin, Kantor Gubernur, Kamis, 19 Maret 2026.

Menurutnya, malam Lailatul Qadar selalu hadir setiap Ramadan, namun yang menjadi penentu adalah bagaimana umat Muslim mengisi malam tersebut dengan amalan kebaikan.

BACA JUGA:  PC IAI Parimo Berbagi Sedekah ke 2 Ponpes dan Penderita Gizi Buruk

Ia menjelaskan, iktikaf menjadi salah satu cara untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan, dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan tersebut, juga menjadi bagian dari program BERANI Berkah, yang termasuk dalam sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui program ini, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas spiritual masyarakat.

Anwar menegaskan, BERANI Berkah bukan sekadar program politik, melainkan komitmen untuk menghadirkan keberkahan bagi daerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat memperkuat iman dan takwa sebagai kunci datangnya pertolongan Allah, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an.

BACA JUGA:  Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh pada 3 April 2022

Menurutnya, nilai tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang sejahtera dan penuh keberkahan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar