PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) atas dedikasi dan pendampingan selama kurang lebih 15 tahun, dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, peningkatan kualitas keluarga, serta pembangunan berbasis hak anak dan perempuan di daerahnya.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan berbagai program pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, peningkatan kualitas keluarga, pengendalian penduduk, serta pembangunan berbasis hak-hak anak dan perempuan,” ujar Erwin saat menghadiri penutupan Program kerja sama DP3AP2KB Parimo dengan Wahana Visi Indonesia, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, Wahana Visi Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan dan pembangunan telah menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anak, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang mengedepankan partisipasi aktif, penguatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Erwin mengungkapkan, hubungan kerja sama antara dirinya dan Wahana Visi Indonesia telah terjalin sejak masih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada periode 2004–2009.
Saat itu, Wahana Visi Indonesua turut berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak di tingkat provinsi yang kemudian ditetapkan pada 2010.
“Saya sudah mengenal Wahana Visi sejak lama. Kami pernah bersama-sama menyusun Perda Perlindungan Anak. Komunikasi dan kerja sama di bidang sosial terus berjalan hingga sekarang,” katanya.
Ia menilai kemitraan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo melalui DP3A P2KB bersama Wahana Visi Indonesia telah memberikan manfaat nyata, mulai dari penguatan perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kapasitas keluarga dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Namun demikian, Erwin mengaku prihatin terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Parimo sebagaimana dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi perhatian serius. Banyak terjadi di wilayah pelosok dengan berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi dan pendidikan. Karena itu diperlukan sosialisasi yang melibatkan aparat desa hingga ke wilayah terpencil agar Kabupaten Parimo terbebas dari kekerasan seksual terhadap anak,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan anggota keluarga sebagai pelaku, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat.
Meski program pendampingan Wahana Visi Indonesia telah berakhir di sejumlah wilayah, Erwin menegaskan penutupan program bukan berarti berakhirnya komitmen bersama dalam perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Momentum ini, harus menjadi titik penguatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun bersama,” ujarnya.
Bupati Parimo berharap seluruh pengalaman dan hasil pembelajaran selama pelaksanaan program dapat terus diterapkan oleh pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, kader pembangunan, dan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya tetap berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Erwin mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, ramah anak, serta mendukung kesetaraan gender.
“Kepada Wahana Visi Indonesia kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kontribusi, dan pendampingan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Parigi Moutong. Semoga kerja sama yang telah terbangun menjadi fondasi yang kuat untuk berbagai bentuk kolaborasi di masa mendatang,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar