TOLITOLI, theopini.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Agus Salim meresmikan penggunaan gedung kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan rumah jabatan Kepala Kejari (Kajari) Tolitoli, di Kecamatan Baloan, Jum’at, 6 Oktober 2023.
Peresmian, ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Kajati Agus Salim, didampingi Bupati Tolitoli, Ahmad H Yahya, Kajari Tolitoli, Albertinus Parlianggoman Napitupulu, serta Forkopimda lainnya.
Baca Juga: Gedung Baru Kejati Sulteng Diresmikan
“Dari Agustus, saya sudah mengagendakan kunjungan kerja ke Tolitoli. Tapi karena waktu serta kepadatan kerja belum sempat dipenuhi,” kata Kajati Sulawesi Tengah, Agus Salim.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Tolitoli serta unsur Forkopimda lainnya, yang telah memberikan dukungan ke Kejaksaan.
Agus mengaku senang melihat kekompakan Forkopimda di Kabupaten Tolitoli. Sebab, hubungan serupa juga terbangun di Provinsi Sulawesi Tenga.
“Kalau sudah Forkopimda Sulawesi Tengah kompak, otomatis ke bawah juga pasti sama,” imbuhnya.
Sebelum menjabat sebagai Kajati Sulawesi Tengah, ada empat hal menjadi perhatiannya, yakni Kabupaten Tolitoli yang terkenal dengan hasil komoditas cengkeh.
Kemudian, Kabupaten Donggala dengan hasil komoditas kelapa, makanannya keledo dan Pelabuhan Pantoloan.
Namun setelah mempelajari dan mendalaminya, ternyata Sulawesi Tengah merupakan provinsi ke tiga terbesar investasinya, senilai Rp118 triliun, dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Olehnya, ia berharap momentum peresmian kantor baru, dapat mendukung peningkatan kinerja untuk pelayanan penegakkan hukum kepada masyarakat Tolitoli.
“Adanya sarana dan prasarana serta fasilitas ini, bisa menjadi penyemangat dari kinerja kejaksaan,” tukasnya.
Kejaksaan, kata dia, bukan lagi lembaga yang harus ditakut-takuti. Sesuai arahan Kejaksaan Agung, pihaknya terus melakukan pendekatan tajam ke atas, harmonis ke bawah.
“Artinya kedepankan pencegahan dari pada penindakkan,” ujarnya.
Baca Juga: Gedung Baru Puskesmas Moutong, Upaya Tingkatkan Derajat Kesehatan
Kejaksaan juga menjadi etalase penegakkan hukum di Indonesia, paling atas diantara aparat penegak hukum lainnya, dengan survei 82,1 persen tingkat kepercayaan publik.
“Dengan momentum ini, saya titip kepada Kajari, jaga marwah Kejaksaan,” pungkasnya.














